Hong Kong, Desember 2014


Dulu, kita boleh saja mengeluhkan perihal jarak yang tak dapat ditempuh hanya dengan sekali kayuh.

Kini kita diberi kesempatan yang berbeda lagi.

Kita boleh saja berbeda dalam cuaca yang ekstrim berbeda
Berada disekeliling orang yang bahkan bahasanya tak sama
Menjelajahi tiap sudut kota dengan dikibari bendera yang warnanya tak serupa.

Dan aku mulai kelu untuk menuliskan apa yang ada di isi kepala. *as always*

Ini pertama kalinya kita berada dalam jarak terjauh dalam satuan kilometer
Tapi sungguh, selama suara dan pesan masih bisa disampaikan, melewati banyak teknologi dan kemudahan, maka ini masih mampu mengalahkan beberapa meter biasa yang dibatasi banyak aturan atau bahkan hanya perihal signal yang tak terjangkau.

Ini pertama kalinya, dan jika memang akan tiba masanya, maka bersiaplah untuk sesi lanjutan yang sampai saat ini belum bisa saya prediksi akan berapa kilometer lagi. Mungkin hanya dalam skala jari dalam peta besar dunia, hanya melewati beberapa sungai kecil, atau mungkin saja lebih dari beberapa jengkal dalam perbandingan angka yang jauh lebih besar.

Bukan membanggakan jauhnya perjalanan yang mungkin saya atau kamu akan tempuh,
Ini hanya akan menjadi penggalan kecil dalam sejarah yang akan kita ukir.
*as I wish*
:')

-Hong Kong, December 2014, 11'C-

Terjebak Masa Depan


"Nanti kamu mau kerja dimana?"

"Hahahahhaa, aku nanti kerjanya di luar negeri dong yah!"


Itu tadi percakapan kecil saya dan ayah saya sepanjang perjalanan beliau mengantar saya sekolah sampai kuliah. Iya, saya dan ayah bercerita selalu banyak hal, meski mendengar di antara lalu lalang jalanan yang ramai itu tidak mudah, apalagi tidak ada kaca mobil yang bisa menghalangi suara dari luar. Saya duduk manis saja, sambil ayah menyetir motornya :D
Ini salah satu pertanyaan favorit ayah ketika mengantar atau menjemput saya sekolah, dan ayah pasti sudah bosan mendengar saya yang duduk dibelakangnya tertawa dan menjawab hal yang sama berulang kali tanpa editing dan improvisasi lain. Jawaban saya sama.

Ternyata ada banyak mailakat yang mengiringi perjalanan saya dan ayah dari rumah ke sekolah, lalu pulang dari sekolah ke rumah, beranjak dari rumah ke kampus, kampus ke rumah. Mereka mungkin sudah bosan mendengar jawaban saya yang sama, hingga akhirnya saya terjebak juga di sini. Kementerian Luar Negeri.  *Yah, at least, langkah awalnya adalah kata-kata luar negeri* hahaha

Tahun ini di awali dengan penuh kejutan. Saya benar-benar tak bisa habisnya bersyukur. Malam tahun baru lalu, menuju ke tahun ini, 2014, saya akhirnya menerima pengumuman terakhirnya juga. Setelah melewati proses rekrutmen yang sangaaaaaaaaat panjaaaaaang dan melelahkan. Tidak kurang dari 7 test yang harus saya jalani hingga akhirnya sampai di sini. Tidak mudah bagi saya yang tidak tinggal di jakarta tapi harus bolak balik menjalani serangkaian testnya di sini.
 Beruntung saya masih di bandung saat itu. Tidak terlalu jauh meski saya harus pergi sendirian.. Beruntung karena tante teman saya yang mau mengantar saya dan teman saya untuk test yang pertama kalinya. Saya sangat berterimakasih.
Beruntung karena setelahnya ada teman baik juga yang mau saya repotkan karena menginap di sana selama hampir sepanjang test-test berikutnya.

Hingga akhirnya saya berada juga di sini. Masih ada sisa 4 bulan dari 8 bulan yang panjang sampai saya benar-benar berada di dunia kerja ini. Masa diklat ini tentu harusnya menyenangkan. Iya semua heran jika mereka bertanya kenapa begitu panjang masa ini harus dilewati. Karena berada di sini tidak akan begitu mudah.
Ada banyak dunia luar yang belum kami khususnya saya tau. Ada banyak materi yang harus saya ulang lagi, dan akan banyak konsekuensi yang harus saya jalani sepanjang hidup saya di sini.


Seperti terjebak masa depan.

Saya tidak akan mengeluhkan apapun disini. Karena memang saya tak pantas melakukannya.
Puluhan ribu orang tahun lalu berdoa agar bisa disini, 3000an diantaranya memohon satu kursi yang sama yang sedang saya duduki sekarang dari hanya 13 kursi yang diberikan.
Salah satu kursi langka yang tidak "Diperjualbelikan" di negeri ini.

Iya, seperti terjebak masa depan.

Ini jebakan paling manis dalam hidup saya.
Dunia tidak lagi sebundar globe yang saya lihat di sekolah dulu.
Bumi tidak lagi mengelilingi matahari seperti pelajaran yang saya dapat dulu.
Dan ketika melihat peta dunia, saya tidak lagi mencari daratan eropa lalu menemukan kota paris dan tersenyum seperti yang dilakukan saya dulu.

Dunia sekarang seperti hamparan luas padang rumput, setiap negara adalah herbivora lapar yang sedang digembalakan pemimpinnya.
Tidak lagi bicara soal bumi, tapi Indonesia yang dikelilingi bangsa lain. Bagaimana berada di belahan bumi lain dan tetap menjadi Indonesia. Bagaimana mengelilingi bagian dunia lain, lalu kembali ke titik paling indah dari bagian bumi ini, Menetap kembali, lalu ditugaskan kembali dalam hitungan tahun.

Ketika melihat peta dunia, saya hanya berandai di titik mana saya kelak, lalu mencari di titik mana orang-rang yang saya cintai berada. Lalu saya akan tersenyum membayangkan mereka akan bisa berada selalu di sisi saya. :)

Tapi saya akan masih tetap dan memang harus tetap merasa bersyukur. Sekarang saya juga harus mensyukuri resiko yang datang satu paket dengan kebahagian-kebahagiaan ini. Semoga Allah senantiasa memudahkan semuanya, memberi jalan terindahnya :)

Tidak ada yang perlu saya takutkan, Allah memilih saya karena bahkan Ia yakin saya mampu melaluinya. Allah pasti menyiapkan skenario paling indah dalam jebakan masa depan saya :)

Terimakasih Bandung :)

"Apapun yang telah terjadi di sini, Terimakasih Bandung!"




Hari ini jadi hari terakhir saya di Bandung, akan lama sekali sampai nanti saya kembali lagi ke sini. Saya sudah berkemas, bersiap pindah, bersiap kembali ke rumah.

Atas semua yang telah terjadi di sini, baik ataupun buruk, saya merasa patut berterimakasih.... :")


It's amazing to be here.... For Sure!

Terimakasih dari semua terimakasih paling tulus tentu saja milik sang Maha Kuasa yang atas kuasa-Nya menaruh saya di sini. Ini salah satu rencana-Nya yang paling indah :")

Terimakasih Bandung!
Terimakasih sudah menjadi tempat mimpi saya berlabuh

Terimakasih telah mengajarkan bagaimana merindukan rumah
Mengajarkan bahwa sarapan di meja makan bersama ayah dan ibu adalah salah satu hal indah yang tidak saya dapatkan di sini.

Terimakasih telah mengingatkan saya yang kadang lupa bahwa ayah dan ibu betapa cintanya kepada saya

Terimakasih karena saya belajar menyusun rindu dari jarak yang dibentangkan pada orang yang mencintai dan saya cintai.

Terimakasih karena telah mengajarkan bagaimana menghapus airmata sendiri, menyimpannya, lalu kembali berdiri dan berlari atas apa yang diinginkan.
 Mengajarkan saya memilih, apa yang iya dan tidak, apa yang harus dan jangan.
Mengajarkan bahwa kehilangan dan kesakitan adalah bagian dari hidup, bagian dari hidup yang juga harus disyukuri atas segala hikmah yang diajarkannnya

Terimakasih karena memberikan banyak kejutan-kejutan manis di sini, saya mengingat semuanya, yah ada kamu juga di memori itu :")

Terimakasih Bandung!

Terimakasih ayah dan ibu yang tak pernah saya duga bisa mengizinkan saya jauh di sini.
Terimakasih kamu yang tak luput memberi cerita disini.
Terimakasih roomate tercinta yang menemani hari-hari saya, menceritakan banyak hal, dan menertawakan juga banyak hal.
Terimakasih semua teman-teman satu angkatan. Kalian orang-orang mengagumkan yang saya bisa kenal.
Terimakasih kampus tua bebatuan, saya benar-benar jatuh cinta pada kampus ini dan segala isinya.



Hingga Nyaris Terselesaikan



Sudah nyaris setahun lebih saya menginjakkan kaki di kota ini. Di kota yang saya sebut sebuah layar visualisasi mimpi.

Saya nyaris menyelesaikan semuanya. Buat saya makna kota ini mungkin hanya terletak di sebuah kampus tua penuh arsitektur bebatuan dan bahkan di sebelahnya adalah kebun binatang. Selebihnya saya nyaris tidak hidup. Meski ada banyak cerita lain yang menghidupkan kehidupan saya di sini. Iya... *Cukupkan saja cerita soal bagian ini.

Saya sudah mengelilingi layar ini, menjelajahi setiap sudut nya.  Menemukan banyak hal di dalamnya. Banyak yang dapat saya ceritakan tentang perjalanan hidup saya di sini yang akan saya ceritakan kepada orang lain nanti. Tentang bagaimana mengubah khayalan babu-mu menjadi mimpi lalu di amini oleh malaikat yang mungkin tak sengaja melintas.

Dan saya tak pernah bisa berhenti mengucapkan syukur kepada pemilik dunia ini, yang memberikan izinnya hingga saya bisa sampai di sini. Mengucapkan terimakasih kepada setiap orang yang akhirnya saya dapat diterima dan bertahan disini hingga hari ini. Setiap jejak yang saya langkahkan di dunia kecil ini, setiap orang-orang hebat yang saya temui di sini, setiap kesempatan-kesempatan tak terduga, dan bahkan pada daun jatuh yang saya temukan di sini, saya mensyukuri semuanya.

Iya, saya harus mengakui bahwa saya menemukan banyak orang mengagumkan di sini. Saya benar-benar berada di atmosfer yang berbeda. Saya mengagumi bagaimana seorang dosen mengajarkan saya sesuatu dengan jalan cerita menarik melalui kelasnya hingga tanpa sadar saya bisa mengerti hal serumit itu. Bagaimana seorang dosen cantik, muda, dan sibuk, bahkan menyediakan waktu tambahan dan mengkhawatirkan waktu yang kami punya. Rasa tanggung jawabyang luar biasa, yang tidak biasa saya temukan. Serta banya orang-orang hebat lain yang punya jalan pikiran berbeda dengan dunia saya sebelumnya, yang sengaja maupun tidak dapat saya temukan di sini.

Hari ini saya nyaris menyelesaikan semuanya. Menyelesaikan semua mimpi dan tugas saya disini. Saya benar-benar masih ingat, bagaimana sedihnya saya ketika harus menyadari bahwa saya sendirian di sini. Bahwa saya seperti biasa harus memperjuangkan semuanya sendiri dan menikmati setiap perjuangannya sendirian. Lalu, tantangan berikutnya tiba. Sebuah kesempatan besar yang tidak akan pernah saya lupakan. Mungkin Tugas Akhir akan jadi seperti rutinitas banyak mahasiswa pada umumnya. Tapi ini. Ini seperti hadiah sekaligus kejutan kecil dari Tuhan. Tiba-tiba saja, "Dunia Robotika" mengelilingi keseharian saya di penghujung masa di sini. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan, tapi membuka mata saya tentang banyak hal.



Saya harus belajar mati-matian menyelesaikan ini semua, ini benar-benar bukan bidang yang saya harapkan akan menjadi penutup kerja keras saya di sini. Tapi sudahlah, Tuhan selalu tau yang terbaik untuk saya, dan saya menerima tantangan kali ini. Meski dengan sedikit menyapih ketika mengerjakan semuanya, tapi petunjuk dan pertolongan-Nya tidak pernah jauh nyatanya dari saya.
Dipertemukan dengan orang-orang baik yang mau berbagi ilmunya tentang ini, dikelilingi satu tim yang tetap bersemangat meski di ujung-ujung waktu, masih betah di lab sampai larut malam, hingga akhirnya kita melewati masa-masa sidang yang menegangkan....

Yah, akhirnya semua nyaris selesai juga. Allah Maha Baiknya atas semua yang terjadi di sini, atas semua yang terjadi pada diri saya sendiri.

Setidaknya, menyelesaikan ini semua seperti balas dendam kecil  terhadap apa yang saya takutkan pada diri saya sendiri. Sebuah tamparan manis bagi diri saya, bahwa saya nyatanya mampu menyelesaikan semuanya. Yah, meski saya harus mengawalinya dengan kaca-kaca yang pecah dan mengalir dari sudut mata saya.

Sudahlah, itu cerita berbeda dan akan jadi baik untuk disimpan dalam kotak pandora berikutnya.

Saya harusnya berterimakasih pada cerita ini :"D

Selesaikan semuanya, dan saya sedang merancang layar baru untuk sebuah mimpi baru. Semoga sang layar segera terkembang lalu berlabuh jauh agar cerita ketika pulang, ketika layar ditutup menjadi hal yang pantas dikenang oleh layar-layar kecil berikutnya.

WISATA BANDUNG , Wisata Mimpi, Belanja, Alam, dan Impian


Hari itu tanggal 7 bulan ke tujuh di tahun 2012. Saya memulai perjalanan saya dari kota asal saya Palembang. Saya pergi membawa misi dan mimpi saya menuju kota yang jadi setting dari mimpi saya selama ini, Bandung. Iya, Bandung adalah kota dimana saya menggantungkan mimpi-mimpi saya sejak SMA. Buat saya, Bandung bukan hanya kota kembang pelesiran, Bandung adalah layar visualisasi cita-cita dan salah satu kota yang masuk dalam deretan doa saya.

Menuju ke Bandung untuk melanjutkan kuliah. Melanjutkan kuliah di salah satu universitas terbaik dan melegenda di Indonesia. Iya, buat saya ini wisata mimpi saya. Bandung menjadi tujuannya. Sudah lama sekali saya bercita-cita untuk bisa menjejakkan kaki di Bandung sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Dan mimpi itu akhirnya dijawab Tuhan di akhir bulan Mei tahun lalu.

Bandung memang kota indah, tempat tujuan banyak wisatawan. Ada banyak tempat yang wajib didatangi. Tapi buat saya, tempat yang pertama kali harus saya kunjungi adalah kampus utama ITB tempat saya akan melanjutkan kuliah saya. Dari kota Palembang yang cukup panas, saya akhirnya sampai diBandung pada pukul 2 malam dengan cuaca yang sangaaaaaaaaaat dingiiiiiiin. Iya, bandung ternyata berbeda. Bandung sangaaaaat dingin. Saya harus menggigil kedinginan ketika sampai, apalagi itu tengah malam.
Ketika sampai, saya langsung disambut dengan sekumpulan anak-anak muda Bandung yang rupanya sedang menghabiskan malam minggu saat itu.  Ramai meski sudah tengah malam.
Setidaknya kami sampai tidak disambut dengan kesunyian malam itu.

Setelah melalui berbagai proses panjang, akhirnya saya menetap juga di Bandung.
Sudah seharusnya saya melakukan perjalanan WISATA. Iya, ini kesempatan. Tapi jadwal kuliah yang sibuk sepertinya tidak mengizinkan saya untuk sering-sering membolang ria.
Kenapa saya tidak mulai dari yang paling dekat dan sekitar saja?

Iyaaaa, kampus saya dekat sekali dengan daerah dago. Oke kita mulai wisata. :D
Ini hebatnya Bandung, kamu bisa mendapatkan segala jenis wisata dalam satu kota.

Pertama, saya sudah dan sedang menjalani wisata "mimpi" dan cita-cita saya di kampus di kota Bandung. Bandung tentu saja seharusnya bangga menjadi salah satu tujuan dari anak-anak terbaik di Indonesia karena adanya kampus ini. Ini wisata saya yang pertama, dan saya masih saja harus terkagum-kagum dengan setiap orang yang saya temui di kampus ini. Saya menaruh salam hormat.

Selanjutnya, apa lagi? Hei, ini kota bandung, ini kota belanja!!!!  :D
Pulang dari kuliah, saya bersama teman saya sengaja tidak memilih angkot. Kali ini kami akan jadi wisatawan, menikmati jalanan kota bandung di sekitar jalan dago. Sepanjang jalan, sebagai naluri perempuan, ini wisata yang paling diidamkan. Jalanan kota bandung dihiasi dengan distro-distro dan rumah mode. Kami berjalan, memasuki satu persatu toko yang menghiasi kota ini. Benar-benar "WISATA BELANJA"... Baiklah, jika saat ini saya berada di kota bandung sebagai mahasiswa, dan harus membatasi diri dengan wisata satu ini, suatu saat nanti saya berjanji untuk KEMBALI LAGI ke kota ini sebagai penikmat sejati wisata belanja di BANDUNG. Saya sebagai perempuan BERJANJI :D

Meski belum beres dengan "WISATA MIMPI" dan "WISATA BELANJA" ternyata bandung belum habis juga menawarkan wisata lain. "WISATA ALAM". Bergeser sedikit dari kota Bandung yang padat, akhirnya saya menyempatkan diri juga untuk mengucapkan "Subhannallah" pada Alam yang diciptakan Tuhan di kota ini. Saya bersama para bocah petualang menuju CIWIDEY. Kita akan melihat "Kawah putih". 
Heeeeei, apalagi ini?
Dengan bermodalkan rasa penasaran dan rasa berani, dari bandung kami menuju ciwidey dengan mengendarai motor, bahkan salah satu dari kami mengendarai vespa. Sepanjang jalan kami dihadiahi dengan hujan yang tidak henti, bahkan motor yang mogok di separuh perjalanan. Tapi ini tidak menyurutkan tekad kami berenam. Hujan dan basah-basahan tadi seketika jadi penghias saja di sepanjang perjalanan dengan kebun strawberry, dan jalanan naik turun yang indah...
Akhirnya kami sampai juga di kawah putih hampir menjelang magrib. Kami akhirnya bisa bernafas lega. Sesi selanjutnya adalah foto-foto. Ini lah kawah putih, ini hanya salah satu dari banyaaaaaaaaaaaaaaaaak lagi wisata alam yang seharusnya juga kami kunjungi. Nanti jika libur, saya akan kembali berpetualang lagi :D



Lalu, setelah mimpi terwujud, belanja terpuaskan, dan suguhan alam indah, Bandung punya apa lagi???
Bandung ternyata belum juga habis dengan wisatanya. Ini jadi salah satu yang wajib dan sangat wajib dikunjungi. Tanpa  disebutkanpun seharusnya kamu sudah menunggu saya menyebut wisata satu ini. Ini adalah "WISATA IMPIAN". Siapapun yang pergi ke bandung dengan tujuan wisata tanpa mengunjungi tempat ini, maka akan pulang ke rumah dengan menyesal. Iya ini adalah " TRANS STUDIO BANDUNG" The largest Indoor Theme PARK ... Aaaaah, setiap menyebutkan tempat ini maka saya ingin melompat dan berteriak, "I'm starving of having fun in TRANS STUDIO BANDUNG" hahhaha....
Apa yang bisa didapatkan dari tempat ini?? Ini adalah miniatur dunia kecil yang penuh tantangan. Ini adalah dunia kecil yang akan menyajikan kamu semua jenis wisata. Ini adalah tempat yang akan selalu saja pas kamu kunjungi bersama teman-teman terbaik, keluarga, atau bahkan berdua saja bersama penjaga hati masing-masing. Eciee... :D
Maka tidak akan ada yang kecewa dengan setiap sudut di wisata yang ini, mulai dari yang kecil sampai yang dewasa. Mulai dari yang suka tantangan gila, sampai yang suka kesunyian..


Jadi, apalagi yang kamu tunggu,  saya hanya menyebutkan 4 wisata. Halaman ini saja tidak mungkin cukup menampung semuanya. Dan satu hari tidak akan cukup untuk menikmati Bandung dan segala jenis wisatanya. Terimakasih bandung, sudah menjadi setting dari mimpi dan wisata impian saya. :D
 

Happy BEST day My BEST


Tugas temen paling penting menurut saya adalah yang akan tertawa lepas dan bahagia ketika kamu juga tengah berbahagia.
Seneng sendirian itu gak enak. Apalagi kalo temen kita sendiri gak ikut seneng.
Gimana kamu bisa merasa sempurna bahagianya kalo kamu sadar temen baik kamu bahkan gak sempet ngucapin selamat sama kamu, atau sekedar heboh sendiri nanya tentang kebahagiaan kamu.

Saya butuh teman yang mau saya ajak bahagia.
Saya mau teman yang bisa saya bagi kebahagian saya tanpa menyakitinya.
Karena jika dia ternyata tersakiti dengan kebahagian yang saya dapatkan, saya akan ragu kalau dia benar-benar teman terbaik saya.

Jangan khawatir, saya akan selalu bahagia dan heboh ketika teman saya mendapat kabar baik. Saya akan jadi bagian yang meramaikan ucapan "Alhamdullillah" nya,
Saya akan jadi salah satu orang yang akan menjabat, memeluk, dan melompat girang jika teman saya tengah bahagia.

Jika kamu bilang bahwa tugas teman paling penting adalah merasakan kesedihan ketika kamu sedang sedih, Mungkin benar.
Tapi ketika saya sedih, saya tidak butuh seseorang yang ikut menangis dan meramaikan airmata saya. Jika saya dan dia semua bersedih, lalu siapa lagi yang akan mengingatkan kami untuk tersenyum?
Ketika sedih, saya hanya butuh seorang teman baik yang mengingatkna saya bahwa saya pantas untuk tersenyum lagi, bahwa masih banyak harapan-harapan besar yang masih bisa saya raih, bahwa saya terlalu cantik untuk menangis, atau bahwa saya hanya tidak menyadari bahwa anugerah lain yang indah sesungguhnyaberada disekililing saya dan patut saya syukuri.
Saya butuh teman seperti ini.

Mereka tidak perlu ikut menangis tersedu, sungguh saya mau semua teman saya dibahagiakan oleh kehidupan mereka tanpa perlu dibebani dengan kesedihan saya :"D
Tentu saja mereka tidak patut tertawa ketika saya bersedih. Ahhaa.

Sampai saat ini saya bangga memiliki sahabat sejenis ini. 
Dan hari ini adalah hari ulangtahunnya..


Selamat ulangtahun teman terbaik saya.
Teman yang selalu ada dalam hari-hari terbaik saya.
Teman terbaik yang bahkan memimpikan apa yang saya rasakan tanpa perlu saya ceritakan
Teman terbaik yang tidak pernah ikhlas memuji saya tapi selalu ada untuk menguatkan hati saya yang kadang rapuh

Setiap jengkal perjalanan dimulai hari ini adalah hujan keberkahan dan kebahagiaan yang akan mengiringi hingga sampai saat nya nanti.

Saya hanya ingin mendapat cerita bahagia saja, maka berbahagialah
Saya siap meramaikan setiap ucapan alhamdulillah

Terimakasih karena selalu berkata jujur tanpa berusaha membuat saya melumat rasa manis palsu.
You re not my sweet best friend, but you are my best. And it's completely enough to describe you.
Happy Best Day My Best :)

Berjanjilah untuk selalu bahagia mulai hari ini.



Saya Tidak Menulis

Saya tidak menulis agar "kamu" atau "kalian" yang saya maksud disini membaca lalu mengerti apa yang saya maksud.
Jika itu alasannya, maka seharusnya saya menerbitkan semua tulisan saya di catatan-catatan offline

Saya tidak menulis untuk menyenangkan banyak orang, agar mereka memuji
Lalu saya yang disenangkan.

Saya tidak menulis hanya agar halaman online saya tidak kosong.
Saya bisa mengisinya saja dengan omong kosong jika memang.

Saya tidak menulis untuk menunjukkan masalah saya, atau memamerkan kesedihan dan kegembiraan yang lainnya
Tulisan kecil di sosial media lain rasanya lebih mudah, Tidak disini. Di tempat yang kata-katanya harus saya susun lebih rapi.

Saya menulis agar menghapus risau
Jika kata-kata adalah sebilah pisau, maka saya hendak mereka melukai risau

Tapi ada banyak kata yang harusnya mengalah saja pada risau.
Lalu saya diam dan tak jadi menulis yang sebenarnya ingin saya tulis.
Saya diam hanya agar risau tau diri
 :)

Ada banyak tulisan indah yang indah karena tidak pernah tersentuh jejak publikasi
Tidak terseduh banyak anggapan dan pendapat
Menjadi ceritanya sendiri dengan utuh

Ketika "Cantik" Bertasbih

Lalu apakah hanya pada kecantikan lalu cinta mampu bertasbih.
Apakah cinta bukan milik orang-orang berwajah tak cantik
Apakah si cantik yang selalu mampu merebut bahkan pada cinta-cinta yang telah ditasbihkan

Lalu ini bukan lagi perkara cinta. Ini perkara sang Tuan yang menasbihkan cantik. Bukan lagi cinta.

Why people so damn cool,  I'm such a fool...

Saya menyadari penuh, saya tidak CANTIK.
Dalam stereotype dan standart kebanyakan orang maka "CANTIK" memang tidak sepenuhnya menjadi milik saya.
Saya tidak punya rambut yang indah, kulit putih mulus,  badan yang tinggi semampai, ataupun kategori-kategori CANTIK lainnya.
Mungkin badan tipikal anak SMP terjebak di usia saya yang sebenarnya. Hahaha

Maka, jika saya tidak cantik untuk apa saya menuliskan semuanya disini?
Untuk berkeluh kesah dan tidak bersyukur?
Atau hanya sekedar memberitahu pada orang-orang
Yang sebenarnya bahkan sudah tau Lebih dulu daripada saya mengetahuinya dan mau mengakui disini. Hahhaha

Tentu saja saya datang di sini dengan tulisan saya, bukan untuk mengeluh kepada yang memberikan saya hidup sebahagia ini. Bukan,
Saya hanya tengah meyakinkan sesuatu. Bahwa cinta pun milik siapa saja, bahkan milik seseorang yang tidak pernah dianggap cantik.
Sesungguhnya ketika saya mengatakan saya cantik di hadapan orang lain, saya juga tengah menertawakannya dalam hati. :v


Saya tau saya tidak cantik, Tuan.
Lalu mengapa dulu Tuan memilih saya.
Karena Tuan tidak menyadari bahwa banyak yang jauh lebih cantik daripada saya?
Jika sekarang Tuan menemukan banyak wanita yang lebih cantik, saya tidak akan memaksakan diri saya agar terlihat cantik.
Saya akan tetap begini saja, menjadi apa yang sudah Tuhan titipkan pada saya.

Jika Tuan masih tetap mau memilih saya setelah saya yakinkan bahwa "Saya bukan bidadari CANTIK yang Tuan cari" itu, maka untuk itu saya layak berterimakasih.



"Pergi saja hingga ujung dunia dan carilah wanita tercantik di dunia, rayu saja dia dan jadikan dia milik Tuan. Pergi saja, dan tinggalkan saya agar saya juga mampu melangkah.
 Atau tetaplah disini menjadi yang satu-satunya tetap meyakinkan bahwa 
Tuhan melukiskan saya dengan indah"
:)



PS:

  • Kepada Tuhan, saya ingin memeluk segala yang Ia berikan dengan kesyukuran penuh tanpa kurang
  • Kepada Tuan, sampai saat ini saya masih ingin  tetap berterimakasih :)


yang saya bold itu sekalian doa sih, FYI aja.hahhaa...

Buscar

Memuat...
 

CataTan awaN PutiH

Terlanjur jatuh cinta pada awan

yang menutupi birunya langit,
membuat siang menjadi menyenangkan
...dan memberi banyak inspirasi...

About

Catatan Awan Putih Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger