Tampilkan postingan dengan label Catatan Gusar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Gusar. Tampilkan semua postingan

When You Feel Like "Nothing"

"Manusia kerap mengecilkan hidup orang lain"

Iya, ini yang sering saya sebut-sebut dalam diri saya. Manusia kerap mengecilkan hidup orang lain. Ketika kebahagiaan sepele org lain yang mereka anggap terlalu dilebih-lebihkan, atau ketika kesedihan kecil yang mereka rasa terlalu ditangisi. Seakan mereka tau standard apa yang harus digunakan setiap orang untuk mengukur kebahagiaan dan kesedihan masing-masing.

And then, what if it is you, yourself, who drag yourself down?
Seperti tengah mengecilkan hidup saya sendiri.

Memiliki pertemanan yang baik adalah apa yang kerap sekali saya banggakan dalam hidup saya meski saya tak punya banyak. Setiap kali saya dikecewakan oleh lingkungan baru yang tidak menerima sepenuh kekurangan saya, maka saya kerap berkata dalam diri bahwa setidaknya kamu masih memiliki seseorang yang bersedia kamu bangunkan ditengah malam, bersedia menyambut kamu penuh sukacita ketika tiba saatnya kamu pulang, atau seketika rela bertanya kabar ketika kamu lupa menanyakan kabar pada dirimu sendiri.

Memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik juga adalah apa yang sering saya bisikkan pada diri saya sendiri. Merasa bangga dan cukup dengan apa yang sudah saya peroleh sejauh ini. Merasa bahwa tak banyak orang bisa merasakan kebanggaan yang kadang terlalu meninggikan hati. Hingga kadang saya lupa bahwa saya masih jauh dari sempurna, bahwa saya masih masuk dalam deretan orang-orang yang tidak memberi dampak apa-apa bagi lingkungannya.

Memiliki seseorang yang selalu siap berada di sisi membuat saya selalu merasa tercukupi. Ia yang bersedia menebalkan telinga atas setiap cerita-cerita bodoh yang kadang terlalu sering diulang-ulang lagi. Seseorang yang rela menempuh kilometer-kilometer pemisah hanya untuk datang, memastikan bahwa kamu menerima kue manis saat ulangtahun. Dan seseorang yang memastikan bahwa setidaknya kamu layak dicintai. Hingga kadang saya lupa, bahwa ia pun punya hidupnya sendiri. Bahwa dunianya masih belum duniamu hingga saat ini. Bahwa setiap manusiapun butuh waktu sejenak untuk kembali meyakinkan diri melangkah lebih jauh lagi.

Dan apapun yang saya miliki saat ini kerap membuat saya lupa, bahwa pada akhirnya kamu sesekali harus menyadari banyak hal. Menerima beberapa kenyataan. Dan mengakui banyak ketiadaan.

Saya mulai belajar untuk sadar agar tidak membesar-besarkan hidup saya sendiri. Merasa bahwa saya cukup spesial hingga saya terlampau membesar-besarkan nya sendiri.
Saat ini mungkin saja saya sedang mengecil-ngecilkan hidup saya yang kecil. Meremeh-temehkan diri saya sendiri.
Padahal tidak. Saya sedang memposisikan diri saya dalam posisi yang sesungguhnya. Menaruh diri saya agar tidak duduk terlalu tinggi. Mengukur senyum agar tak terlalu lebar. Agar mampu menyusun hati hingga tak terlalu berantakan.

"When you feel like nothing"

Ada banyak hal dalam hidup yang dapat seketika menyadarkan banyak hal pula.
Mungkin saya berusaha untuk tidak pernah mengecilkan hidup orang lain, meremeh temehkan segala jenis kebahagiaan atau kesedihan yang tengah mereka genggam. Tapi saya lupa, kadang saya terlalu membesar-besarkan diri saya. Menganggap bahwa setiap jenis kebahagian yang saya miliki tak pernah punya batas. Menganggap bahwa setiap kesedihan yang sedang saya alami berhak punya arti di hidup manusia-manusia lain. Menganggap bahwa segala jenis yang saya miliki adalah jenis kesempurnaan yang patut saya banggakan.

Hingga akhirnya saya hidup dalam rangkaian anggapan-anggapan. Yang saya bangun sendiri.

"When you feel like nothing"

Mungkin ketika kamu merasa bahwa nyatanya kamu bukan apa-apa. bukan siapa-siapa. Saat itulah kamu akan mampu mengisi ruang-ruang yang sudah dikosongkan dari anggapan menjadi kesungguhan kebenaran. Bukankah gelas yang kosong jadi lebih mudah menerima kebahagian-kebahagiaan lagi?

Semoga kita selalu berbahagia dengan wajar semoga kita tak lupa mengosongkan hati dari anggapan agar tak terlalu berat membawa beban.


Saya Tidak Menulis

Saya tidak menulis agar "kamu" atau "kalian" yang saya maksud disini membaca lalu mengerti apa yang saya maksud.
Jika itu alasannya, maka seharusnya saya menerbitkan semua tulisan saya di catatan-catatan offline

Saya tidak menulis untuk menyenangkan banyak orang, agar mereka memuji
Lalu saya yang disenangkan.

Saya tidak menulis hanya agar halaman online saya tidak kosong.
Saya bisa mengisinya saja dengan omong kosong jika memang.

Saya tidak menulis untuk menunjukkan masalah saya, atau memamerkan kesedihan dan kegembiraan yang lainnya
Tulisan kecil di sosial media lain rasanya lebih mudah, Tidak disini. Di tempat yang kata-katanya harus saya susun lebih rapi.

Saya menulis agar menghapus risau
Jika kata-kata adalah sebilah pisau, maka saya hendak mereka melukai risau

Tapi ada banyak kata yang harusnya mengalah saja pada risau.
Lalu saya diam dan tak jadi menulis yang sebenarnya ingin saya tulis.
Saya diam hanya agar risau tau diri
 :)

Ada banyak tulisan indah yang indah karena tidak pernah tersentuh jejak publikasi
Tidak terseduh banyak anggapan dan pendapat
Menjadi ceritanya sendiri dengan utuh

Saya Tidak Tahu

Saya tidak tahu.
Saya tahu sih sebenarnya.
Tapi sepenuhnya apa yang harus saya bilang dan saya ungkapkan yang saya tidak tahu.

Saya tahu saya sedih
Tapi saya tidak tahu bagaimana.
Saya tidak mau mengeluh, tapi saya sedih

Apa saya harus mengeluh setiap bersedih
Apa saya saja yang selau mengeluh lalu saya menjadi sedih

Saya tidak bersyukur
Mungkin itu jawabannya.
Lalu saya harus mengeluhkah atas ketidaksyukuran saya?
Atau saya harus mengeluh pada apa yang membuat saya menjadi tidak bersyukur?...


Ini sebenarnya apa??

Saya yang menuliskannya saja masih bingung ini sebenarnya apa

Cinta itu Pemilih

Cinta itu pemilih. Dia akan memilih tempat paling baik untuknya terjatuh. Dia tidak akan menjatuhkan dirinya di tempat yang tidak baik.
Dia juga tidak akan terlalu bodoh hingga jatuh terlalu sering.

Jika telah jatuh, maka cinta yang baik akan menunggu cinta tempat ia terjatuh untuk mau terjatuh bersama. Bersamanya?
Jika ia cukup yakin bahwa ia jatuh di tempat yang tepat. Jika tidak, maka cinta tetap harus berpikir.
Tapi bukankah jatuh berarti suatu kelalaian?
Bukankah jatuh berarti suatu kebodohan?

Cinta yang pintar mungkin akan segera bangkit dari kejatuhan lalu menemukan tempat jatuh yang lain.
Mungkin tempat jatuh yang lebih empuk dan tidak menyakitkan.

Lalu, seperti apa cinta yang jenius??
Apakah cinta yang jenius tidak akan pernah terjatuh?
Apakah dia begitu kuat menahan dirinya agara tak jatuh kemanapun?
Jika cinta yang jenius itu ada, maka ia adalah cinta yang tak akan pernah belajar berbahagia.

Jatuh mungkin menyakitkan, jatuh mungkin suatu kebodohan.
Tapi, saat jatuh, cinta dapat menemukan sorang teman cinta yang lain yang mungkin akan mau jatuh bersamanya.
Lalu bangkit bersama. Bukankah itu menyenangkan.

Tapi tetap saja, jatuh berarti kebodohan. Dan tidak ada yang mau dianggap bodoh.
Lalu, harus berapa pelajaran yang kita dapatkan agar tau jatuh itu kebodohan?

Berhentilah terjatuh terlalu sering sayang?
Jatuh itu sebuah kelalaian.

Cukuplah terjatuh sekali kalau kau mampu.
Atau setidaknya kau masih mampu menghitungnya dengan setengah dari seluruh jumlah jari ditanganmu.
Tapi tentu kau tetap bisa berdalih, kalau jatuh juga urusan takdir.
Iya, dan saya tidak punya dalih apapun melawan dalih yang ini :)

Tapi, jika terlalu sering kau jatuh, maka kau bisa saja terlihat semakin bodoh kan. Ehh,upss.
Mungkin. Itu Cuma buatku. Itu juga cuma mungkin.

Lalu kapan kita mesti berhenti terjatuh?
Yakinlah, bahwa cinta begitu PEMILIH
Dia akan memilih tempat terjatuh paling tepat dan paling baik.
Kau hanya tidak perlu memaksakan dirimu terlihat terjatuh berkali-kali untuk dapat menemukannya.
:)


Saya Mencurigai Saya

Ini akan menjadi dua minggu penuh kecurigaan dalam diri saya.
Terhitung hari ini, berarti terhitung juga 2 minggu sebelum saya pergi.

Saya memang suka berlebihan.. Heloooo.. Bandung itu tidak jauh dan saya pikir saya tetap bisa menghubungi orang-orang yang saya sayangi lewat handphone. Jaman sudah semakin hebat, dan saya tidak perlu ke kantor pos untuk mengantarkan "RINDU" saya.

Apa yang saya curigai bukan tentang kalian yang akan berada jauh dari saya.

Saya mencurigai diri saya sendiri.
Saya tengah menatap was-was pada diri saya.
Saya banyak memegang janji (seperti biasa)

 Saya memang selalu bermasalah dengan diri saya sendiri.
Saya terkadang bisa menatap heran dan angkuh pada kemampuan diri saya bertahan nantinya.
Tapi, sisi malaikat saya juga menatap saya dengan penuh kepercayaan diri.

Saya mencurigai diri saya.
Karena sayalah yang bertanggung jawab sendiri atas diri saya sendiri terhadap diri saya sendiri, orang lain, dan tentunya yang telah melimpahkan kesempatan ini.
Itu artinya, saya pergi membawa sejuta kepercayaan mereka.

Dan saya tidak akan, eehmm, tidak ingin, dan tidak mungkin mengecewakan mereka :)

Maka saya berlindung kepada-Nya :)
Aamiin :)

Aku Ingin Berjalan Jauh


Aku ingin berjalan jauh....
Jauh dari tatapan sendu mereka yang memandang ku..
Bukan karena hilang rasa, bukan karena pudarnya semua pesona..
Aku ingin melirik dunia yanng katanya begitu indah,,
Aku bukan ingin melarikandiri, aku ingin ada cerita berbeda di perjalanan panjang hidup i ni

Aku larut dalam kelarutan hidup di kehidupan di sini
Aku lupa dalam kelupaan akan susah dan sendiri

Aku bukan ingin menjauh dari yang membuat garis melengkung indah diwajah ku
Aku ingin hidup pada kaki ku sendiri
Aku ingin tau seberapa kuat ia menopang hidupku,,,

Saya Gak Percaya Kamu :p

Saya gak percaya sama kamu :p
Saya percaya nya sama Allah.
Dan salah satu yang saya percaya adalah bahwa Allah akan selalu memberi saya yang baik-baik jika saya juga melakukan hal yang baik-baik. :)

Saya kini berusaha melakukan yang baik :)

Jadi, jika kamu ingin menjadi baik bagi saya, saya percaya bahwa Allah akan memberikan kamu untuk saya.
Jika tidak, maka itu urusan Allah untuk memilihkan yang terbaik bagi kita (._. ) :) :(

Yakinkan saja Allah bahwa kamu itu baik.
Karena saya tidak bisa melihat kamu setiap saat
Saya tidak bisa menilai kamu setiap waktu. :)

Dia yang tahu kamu sepenuhnya
Sepenuh hidup kamu
Sepenuh nafas hingga titik terdalam dari hati kamu

Semoga kita menjadi baik satu sama lain. Aamiin :")

Otak Saya yang Menulis

Sebenarnya ini curahan hati yang tiba-tiba melintas.
Saya suka sekaliiiiiii memikirkan apa yang ingin saya tulis.. Rasanya otak saya suka sekali menginterupsi apa yang sedang saya lakukan dengan ide-ide untuk menulis. Tapi, yah kelemahan saya...
1. Otak saya yang pandai menulis, tangan saya tidak! Bisakah para ilmuwan itu menciptakan alat yang bisa langsung merekam yang saya pikirkan tanpa harus saya tuangkan lagi ke media lain. Langsung dipublish jg boleh :P
*eits: dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya*

2. Kalopun saya sudah sangat semangat menulis, pada akhirnya otak saya menginterupsi saya untuk menyimpan tulisan-tulisan saya.. Rapaaat .. Ahahha. Keinginan tidak berbagi saya muncul :p

3. Salahkan saja jaringan yang membuat saya kesal dan menyerah melnjutkan penerbitan tulusan saya..

Okelaaah..
Saya butuh alat yang disebutkan di point pertama :D

Saya Menguatkan Diri Saya Sendiri

Tidak ada yang patut saya salahkan atas setiap kesedihan yang saya rasakan
Mereka berhak memberikan apapun pendapat mereka

Saya hanya tengah menguatkan diri saya sendiri
Saya sedang berusaha menahan agar tak ada air yang tertumpah
Agar kaca-kaca di mata tak pecah
Tapi saya tidak cukup kuat rupanya :)

Saya ternyata terlalu lemah untuk menyadari bahwa saya memang lemah
Hati saya terlalu peka menangkap pendapat

Sekiranya lain kali
Saya harusnya menyadari bahwa kekuatan yang saya bangun cukup rapuh khusus untuk yang satu ini

Meski saya paling takut bahwa akhirnya nanti
Saya akan mengatakan bahwa
"Saya memang bodoh dalam hal ini"

Saya tengah menguatkan diri saya sendiri
Jangan pernah takut bersalah
Hati saya saja yang tak cukup kuat menerima



| cc: Ketua Jurusan, Para Dosen, dan semua orang yang selalu bertanya

Saya cukup kuat bukan ? :D LoLRoFL

Jadi mau apa? Mau jadi Apa?


ahahha, Jelek-Jelek amat sih gaya disini..
Ampun dah,, Aku buruuuk rupa..ahhahaha


*annoyed ----"Baru nyadar yah neng??", kata yang laen. ahahhaa


yah, sudahlah.. Tapi saya suka gaya saya.. Jadi mau apa yah :P

Hari yang Aneh, Sangat Aneh Bahkan Terlalu Aneh

Reeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaly, I really don't know what had happened this day. It was really out of my plan, out of my mind, out of topic, and ran out of my money..ahaha (-.-")

yaah yaah yaah,, started with a very very usual morning....
And ended with a very very unusual story (-.-")

Let's review our "tredengdeng" day

"sumpah... Gak pernah sedikit pun terbayang kan kalo bakal ada hari se aneh ini...
Paginya pun dimulai dengan sangat-sangat standar ala kehidupan makhluk-makhluk lain..ehehe"

09:15 WIB (rumah --> kampus)

Sesuai rencana yang disusun tadi malem, pagi ini aku ke kampus.
Ke kampus pun cuma buat nemenin dita daftar ujian TOEFL ke lembaga bahasa. Selanjutnya, aku dan dita langsung caw ke salah satu kantor yg ad di Jl. Jend Sudirman.


10:10 WIB ( Jl Srijaya Negara ---> Jl. Jend. Sudirman )

Dengan sangat jujur, ke sini cuma buat iseng nanya. Perlu di garis bawahi, dibold, dan diitalic kalo kita cuma ISENG. Gak ada niat laen. Aku juga ikut karena dita yang ngajak. Kalopun dita nggak ngajak kesana, gak bakal kepikiran buat kesana hari ini.
Akhirnya disini kita ketemu beberapa orang cewek dan kenalan..ckckck.
Karena hujan yg deres tak terkira akhirnya kita nunggu disini sampe hujan reda. Sambil nunggu kita udah milih2 bakal ngedatengin mall yang mana abis pulang ini..hohohooo
Yah, kita emang udah memantapkan hati buat gak ikutan "tes itu". Males banget persyaratannya harus fotooo..ahahaha

*kriiiiiiiiiiiiiing*
Hape bunyi : ibu nelpon. Terus cuma bilang kalo mau foto yah foto aja. (intinya begitu lah)
Helooo??? adapa ini? kenapa tiba2 ibu nelpon cma buat itu..HADUUUUUH. Padahal tadi niat ny udah dibatalin..
*telepon ditutup* dan sekarang aku yang kebingungan.

Berhubung ibu bilang begitu, akhirnya sekarang aku yg bener2 bingung. Dan dengan hipnotis nya, Dita juga berhasil buat aku jadi foto close up.ahahha
Kita nanya ke panitia lagi, dan TERNYATA terakhir kumpulnya sore ini jam 4.
Dengan masih separuh jiwa yang kebingungan dita ngajak ke rumahnya dulu buat siap2.
Semua dita yang nyiapin, mulai baju, makeup dadakan, dan sepatu.
Kalo gak ada dita maka gak tau apa yg terjadi sm aku hri ini. So, big, great, and million thankful for ur hands today dita... ehhehe
Dita juga yang milihin studio foto dan buatin curriculum vitae. Dita dan mamanya jg nyiapin makan siang hari ini
Oh, Tuhan. Semoga dita dan tante masuk surga..ahahhaha.. amien.


02:00 WIB (Amelia Foto Studio)

Ini pertama kalinya dalam hidup aku foto CLOSE UP. ahahhaha
beneran gak nyangka kalo bakal pose pose kayak model di studio ini. Pengarah gayanya juga baek banget.. Jeprat Jepret berkali-kali dan dapet banyak pose yang bagus bagus. :D
Gak nyangka kalo hasilnya baguuus bagusss.. Jadi pengen di cetak semua..

yah berhubung dana terbatas, jadi yang laen disimpen dulu..
Pilih pilih sembarang, akhirnya ini yang dicetak.. liaaaat yah !!! :)






ahahaha,, jadi malu liat foto ini.
Gak nyangka foto close up pertama aku bagus jugaaaa
:)) Mungkin lain kali boleh deh foto close up lagi (ketagihan)
ahahha



yang
ini juga
lucuuuuu sekali. :D
Pokoknya memuaskan :D














02:20 p.m. (jalanan kota prumnas "halah")

Berhubung tadi ada peristiwa matilampu, akhirnya sambil nunggu foto yang katanya selesai satu jam itu, kita keliling nyari warnet buat ngeprint curicullum vitae tadi.
Akhirnya ketemu juga setelah menyusuri jalan panjang itu (-.-")
Setelah nyampe, kita langsung nyerahin flash disk ny ke penjaga warnet dan mnta tolong buat langsung diprint.
En You know, si tukang warnet itu sumpaaaaah NGESELIN.
AMAT SANGAT NGESELIN.
Setelah ngeliat file curriculum vitae itu
dia langsung bilang : " gini yeh dek CV itu? jangan malu-maluin nama unsri dek!!"
aku &dita (dalem hati) : "HELOOOOOOOOO, elo itu siapa sih. Oke kalo mau saran aja. Gak usah
bawa2 nama universitas kita. GAK ADA HUBUNGANNYA. Lagian elo
itu apaaaaa siiih???"
aku (dengan muka baik): "Emang ada contohny k CV yg bagus itu kyk ap?"
Dia (muka sok pinter) : (langsung buka email dan nunjukin CV nya) ini dek contohny tuh yang
kayak ini

Pokokny ini kk sumpah ngeselin, sok pinter, sok ngatur, sok ganteng, muka nya itu LOH.. nGEREMEHIN ORANG banget ekspresinya... (-.-")
Emang sehebat apa laki-laki dihadapan kami ini....rempoong...ahahah

Lupakan sajalah makhluk ngeselin ini.. semoga dilaknat..ahahaa


03:15 p.m. (Kembali ke studio foto)

Akhirnya foto yang ditunggu tunggu dari tadi selesai jg... Kita cepet nunggu bis yang lama juga datengnya. Padahal jam 4 sudah ditutup pendaftarannya (-.-")
Akhirnya bis nya dateng. Kita berangkat dari perumnas sekitar jam 03:22 p.m.
Didalem bis masih ada aja yang aneh.. si supir ngegodain ditaa.. ahahhahahaiii
:p
Kita beneran deg-degan di bus. Takut kalo sampe sana kantornya sudah ditutup dan usaha kita yang tiba-tiba dan heboh ini jadi sia-sia. Berdoa masing-masing dalem hati.ahahha
Dita juga tetep masih nemenin hari ini :D

Akhirnya kita sampaaai juga. Jam 03:45 p.m.
Paaaas. Kita langsung kumpul berkas2 nya.
dah fiuuuuuuuuh, bisa bernafas lega juga akhirnya..

Ketawa sendiri dalem hati. bener-bener gak direncanain kok bisa seheboh ini hari ini..ahahha
Akhirnya aku dan dita pulang..
dan taukah Anda, aku pulang dengan hanya uang 2000 perak di dompet.. pooor I.. ahahhahah

Wish me Luck yah! :)

Di atas Motor

Dari aku SD sampe sekarang kuliah, aku masih aja diantar dengan motor ayah ke sekolah dan kampus...
Ini mungkin yah yang ngebuat ayah jadi "Terpandang" (read: terkenal) di antara temen-temen aku. ehehe
Mereka pada hapal sama ayah, dan akhirnya semua pada heran kalo aku pergi atau pulang sendiri (-.-")

Setiap hari aku yang memang rada "lelet" harus melakukan banyak hal di atas motor yang belum sempat aku lakukan di rumah :D
Atau kalo kalimat yang lebih bijaknya
"Aku biasa memanfaatkan waktu yang ada meskipun itu di atas motor"
Haaalaaah..ehehe

Dan apa yang bisa dan biasa aku lakukan di atas motor :
*Kalo Cuma SMS atau nelpon di atas motor sih biaasaaa :D


1. Tidur
Ahahha, kalau aku pulang kuliah malam dan aku sangat capek atau waktu aku pergi terlalu pagi, maka aku bisa tidur di atas motor.
Dan dari kecil ayah sudah tau kebiasaaan aku yang satu ini... Makanya dulu pas masih kecil, sendal aku sering ilang sebelah karena aku ketiduran,, #curhaaaat
ehehhe

2. Makan
Ah, kalo yang ini sih biasa.. Kalo gak sempet sarapan atau emang aku pergi disaat aku lagi megang makanan.. Ya udah, lanjutin di motor aja makannya. .. wkwkkwkw

3. Touch Up
#Plaaaak, bahasa nya beraaaaaaat "Touch up".. Hahaha
Padahal Cuma ngerapiin rambut. :D

Meskipun temen-temen sekolah atau kampus ku sering bilang kalo rambut aku itu selalu berantakan kalo baru nyampe, sebenernya mereka itu salah.. Karena itu jauh lebih rapi dari yang sebelumnya. Kira-kira 2 menit sebelum sampe tujuan,, biasanya aku ngerapiin rambut dengan sisir jari *hahaha :v dan Helm ayah yang kinclong (bacanya sambil bayangin pake efek cahaya tring tring) itu selalu jadi kaca terbaik aku dari belakang...ahhahaha

4. Baca Buku
Kalo ada yang suka papasan sama aku dan ayah di jalan pas pagi-pagi di hari UJIAN, pasti biasa kalo liat aku lagi baca-baca catetan di atas motor.. Perlu dicamkan baik-baik dalam hati ---> Bukan sok pinter yah.. Tapi emang biasanya aku belom belajar sama sekali, :D dan kesempatan buat baca Cuma tersedia di atas motor.. Jadi jangan khawatir, aku gak bakal pusing atau terganggu sama ramenya jalan kalo lagi baca di atas motor.. Kayaknya diatas motor, aku bisa jauh lebih konsen dari pada di kamar ku sendiri yang view nya selalu bikin ngantuk :D

5. Ngiket tali sepatu..
Ahahhaa, sekarang sih ini gak terjadi lagi.. Tapi dulu waktu SMP dan SMA, aku sering banget gak sempet ngiket tali sepatu di rumah. Hasilnya aku harus nhgiket tali sepatu di jalan, di atas motor. Karena aku rada "lelet" di rumah dan daripada ada yang marah2 Cuma karena aku lama ngiket tali sepatunya, yah lebih baik gak usah diiket dulu. Gak tau gimana aku ngelakuiinya dulu, yang pasti itu hal yang biasa aku lakuin tiap pagi pas ke sekolah. :D

6. Foto-Foto...
Uupsss,, aku gak senarsis itu teman :D
Aku gak bakal foto2 sendiri.. It's stupid..ahahha..
Tapi kalo lagi di jalan dan tiba2 ada awan yang bagus dan handphone lagi di tangan, pasti aku langsung ambil momen nya.. Abis suka susah kalo harus nunggu momen yang bagus waktu kita lagi gak di jalan...
Dan jalanan menjanjikan view awan yang beda dan berubah-ubah.... :S


Untung aja aku gak biasa sikat gigi diatas motor..
Kalo iya, waduuuh gawat kalo banyak yang liat
*hoeeeksss
Ahahahhaha :v


Okelah, Aku Pandai memanfaatkan waktu kan???
:P

DAMN MY BAD

Semua memang salah saya.
Saya tidak menyalahkan siapa-siapa terhadap kelemahan saya yang satu ini.
Bukan karena tidak mau tapi memang karena tidak bisa.

Saya terlalu suka menyimpan sendiri semua
Saya bukan pencerita yang baik

Kadang saya berpikir "ini akan baik bagi saya", tapi kadang saya juga jengah menyimpan semuanya.

Saya selalu berusaha tidak mengeluh, karena saya tahu mengeluh itu menyakiti diri saya sendiri.
Mengeluh itu menambah beban saya.
Dan saya sangat tahu itu

Tapi kadang saya butuh mengeluh.
Seperti untuk mencapai kesetimbangan dengan [Prod] koef/ [REAK]koef *halah
atau seperti Reaksi Termikimia yang melepas dan menerima Kalor.
*kalo teorinya salah 'maav' "

Tapi bodohnya saya. Saya tetap tidak bisa
Saya memilih diam atau bahkan tersenyum
Mungkin senyum bisa membantu mengurangi semua nya *pikir saya*

Kalaupun saya bisa mengeluh,
Tempat mengeluh saya cuma tulisan-tulisan.
Tulisan yang juga saya simpan untuk saya sendiri, untuk saya baca sendiri

Kadang saya berharap ada yang mengerti bahwa saya benar-benar tidak dalam keadaan baik meski saya tersenyum
Tapi itu bodoh!!
Saya sadar, orang-orang di sekeliling saya bukan paranormal yang bisa membaca pikiran saya
Orang-orang di sekeliling saya bukan psikolog atau psikater yang bisa sangat pandai membaca reaksi reaksi minim saya ini.
Orang-orang di sekeliling saya juga punya dunia mereka masing-masing

Saya tahu semua salah saya
Jadi apa yang bisa saya lakukan sekarang.

Setidaknya menulis sedikit membantu saya

Tapi tenang,
saya tetap bisa marah. Karena diam saya bisa berarti sangat marah
saya tetap bisa berbagi dan bercerita untuk hal-hal yang membuat saya bahagia
saya tetap suka mengekspresikan 10 % dari perasaan saya sebenarnya

:)
Dan demi Apapun,
Beruntunglah kalian yang kadang mendengar keluhan saya. :P
Karena saya pemilih, begitu pemilih untuk menyampaikan ap yg saya rasa.
Meski mungkin tidak semuanya bisa saya ceritakan dgn baik.
Meski bahkan mungkin saya tidak bisa mengeluh tentang Anda sendiri ..

hhehe

*Lupakan kalau Anda pernah membaca posting saya yang ini
:D

untitled

bisakah untuk tidak melupakan saya??

jika bersenang-senang, maka cukup beritahu Anda tengah bersenang-senang.
Karena saya juga pasti senang :)
Setidaknya Anda mengingat saya ketika senang


Saya hanya takut Anda lupa..
Saya hanya ingin Anda ingat..

Jangan tanya apa yang akan saya katakan.
Karena saya memang tak akan berkata apa-apa.
Karena saya memang tidak bisa berkata apa-apa

Jangan tanya kenapa..
Karena kalaupun saya tau alasannya
Saya tetap tidak akan mampu mengatakannya

Rumah Impian (ala Para Gadis Labil)

Pagi ini mulai meng-aneh-(lagi)...
Tiba-tiba pengen posting ke sini tanpa tau tujuan ny mau nulis ap...
oke, Let it flow aja sambil ngetik :D

Semua cewek kalo lagi ngobrol tanpa "tema" pasti langsung aneh-aneh cerita..
dan ini obrolan para temen-temen cewek di kampus wktu lagi nunggu kuliah...

Jangan tanya kenapa tiba-tiba muncul Tema ini. karena kita semua juga gak nyadar siapa yang mulai duluan :D

Oke, waktu itu kita ngebahas gimana RUMAH IMPIAN kita nanti... N here it is!

1. Yenyen

Gimana RUMAH IMPIAN nya yenyen? Tanpa disangka dan diduga,,, dia ngebayangi rumah yang so sweet sekali... Hal pertama yang jadi fokus di rumahnya adalah "Ruangan Sholat". Dia ngebayangin gimana nyamannya keluarga yenyen kalo lagi shalat berjamaah disana. dengan suami ala ustad dan istri Sholehah layaknya "Khodijah". hahahahahha :D

2. Dita
Jangan ditanya sama cewek satu ini. Berhubung sesuai namanya, jadi dia nge-fans bgt sm Rat balqis. Queen Balqis Wannabe deh.... Makanya, RUMAH IMPIAN nya pun pengen kayak istananya istri Nabi Sulaiman itu. Dia pengen lantai nya terbuat dari kaca, dan dibawahnya ada kolam ikan yang isinya ikan2 cantik...wohoooooo
Semoga bisa dibikin deh nanti :D

3. Amel
Nah, ini hampir sejenis sama RUMAH IMPIAN nya saya. Tapi intinya adalah Amel pengen RUMAH IMPIAN yang ngejadiin "Ruang Baca" sebagai fokus ruang keluarganya. Jadi di ruang keluarga itu Amel bakal ngajarin anak2nya nanti, ngebacain dongeng, nntn DVD bareng, dll... Pokoknya "Ruang Baca" jadi tempet ngumpul keluarga Amel"
seruuuuuuuu :D

4. Me, Myself
hahahha, jangan pada ketwa kalo denger ttg RUMAH IMPIAN saya. Pertama, sama kayak Amel. Pengen banget punya "Ruang Baca" yang Multimedia. Perpustakaan mini, wifi, dan tentu jg ada dvd player nya. Ruang baca nya punya dua pintu yang satunya keluar dan pintu satu lagi ke kamar. Ruang baca juga jadi ruang kerja nantinya...ehehhehe :D
Terus, berhubung kalo saya mandi itu suka lama. Dan karena lama itu saya sering bosen, jadi pengennya nanti di kamar mandi ad music player dengan soundsystem yang bagus. Playlistnya bisa di pilih dari kamar mandi.. ahhahaha... Jadi, gak bakal bosen lagi sambil mandiii..
yuuuuuuhuuuuu,,,,,




Okeeee,, kalo semua yang baca pada geleng-geleng kepala, itu wajar sekali. :D. Kita aja yang cerita gak berenti ketawa pas ngebayanginnya....


Tapi,, who knows?? Gak pernah ada peraturan tentang MIMPI kan ??
keep on dreaming guys, It makes u know what u want n what u have todo ... :)

Postingan Aneh (Cuma Cerita Ringan Kuliah)

Jangan tanya kenapa tiba-tiba nongol postingan kali ini.. Kali ini cuma mau ngewarnain blog ini gara-gara terinspirasi sama blog orang lain yang juga dijadiin nya tempat cerita kegiatan sehari-hari.

Well, well, well, gak kerasa sekarang udah mulai disibukkan sama pernak-pernik menuju toga.. ehhehe. Dimulai dulu sama pembuatan KP, dan bakal lanjut ke tahap-tahap yang lainnya. Semoga semua berjalan lancar, selancar jalan tol terbaik di dunia, selancar air terjun yang jatuh, atau selancar nafas yang sekarang belum ngos-ngosan.. ehhehe. Tahap pertama ini aja udah overdosis keringet. Mulai dari turun naek tangga nyari dosen, sampe keringet bosen gara-gara nunggu dengan akhir yang gak jelas.

Yah, yah, tapi rasanya percuma juga ngeluh. Toh, ini jalannya kalo emang mau toga itu. Kalo emang gak mau lewat jalan yang kayak gini, balik aja ke masa-masa TK trus dapet toga boongan pas kelulusannya.. ahaha

Semangat jangan ditanya? ini semangat yang udah stadium 3 (stadium 4 disimpen buat tahap-tahap akhir) ehehhe
Tiap kali buka mata, ada aja bayang-bayang satu ini. Cukup ngeganggu retina sih... ehehe. Tapi, gak tau kenapa hidup jadi lebih seru. ehehhe *bawaan stress nih* ehehe



Rasanya kehidupan kuliah baru kerasa ribetnya di tahap-tahap akhir begini.
jadi mengenang gimana jalan perkuliahan waktu semester-semester awal.
Gimana bahagianya jadi mahasiswa baru.
Gimana gilanya membanding-bandingkan kehidupan sekolah dan kuliah.
Gimana hebohnya pas ngisi KRS atau liat IP yang belom seberapa.. ahahha




Oke,, kita selesaikan dulu postingan yang bener-bener gak jelas ini ... (~,~")
Doakan aku yah.. (jiiiah, siapa jg yang ngebaca blog ini??) ehehe
Semangat semangat semangat!
FightOoooooooOOoo :D

Aku Tertunduk Malu

Aku tertunduk
Aku lihat tanah yang jarang kupandangi
Aku tatap dalam-dalam

Aku tertunduk
Malu pada diriku sendiri
Malu pada kesempurnaan agung yang maya kubangun

Aku tak mampu melihat ke samping ku
Entah ada berapa banyak orang disana
Mereka mungkin tertawa, atau menampilkan amarah

Aku tak ingin tahu siapa yang di samping ku
Aku takut mereka bukan sahabat ku
Aku takut mereka orang-orang yang tersenyum manis
Manis, begitu manis hingga aku melahap diriku sendiri

Aku tau
Aku ingin tampak jadi raja
Punya istana dan mahkota

Tapi kini aku tertunduk
Malu pada diriku sendiri
Aku lihat tanah begitu dalam
Begitu rendah di bawah

Aku tak mau melihat kedepan
Apa aku terlalu percaya pada diriku yang kini tengah menatap tanah?
Apa karena aku terlalu sering menelan kata lupa?
Lalu tetap saja bangga dengan keagungan yang juga kubangun sendiri dengan maya

Aku ingin mendongak
Lalu menatap langit tajam-tajam
Dan berharap Tuhan pun sudi melihat mata ku

Jika aku tetap tak mampu melihat apa-apa di langit
Maka jangan salahkan kaca-kaca di mataku
Aku terlampau sedih dan malu
Aku tak ingin kaca-kaca itu jatuh
Lalu berubah jadi butiran kesusahan

Biar sekarang aku berjalan sendiri
Biar kututup dan kukunci semua indera
Biar aku nikmati sendiri, aku telan sendiri, dan aku lahap sendiri apa yang jadi atau tidak menjadi

Karena jalanku kedepan tetap harus dan harus
Dan aku mulai menghipnotis diriku agar tampak jadi tanah
Agar mereka lupa
Tapi angan ku akan tetap jadi awan, walau kelak kalian melihatnya bagai gumpalan awan serupa tanah di langit.

:'(

Maafkan Aku dan Otak ku

Aku tau semua orang punya otak dan aku bangga karena Tuhan juga membagiku satu!
Tapi tolong jangan paksa dia.
Dia tak sekuat yang Anda semua kira !

Jangan pernah marah jika aku sudah mulai rusuh karena pertanyaan-pertanyaan anda semua!
Itu refleksi dari demo besar-besaran di otak ku.
Ia akan begitu marah saat ada multi-tasking yang tiba-tiba masuk dalam list kerja nya
"Semua pasti terlayani, jadi tolong beri saya jeda !", begitu katanya.

Dan aku juga berharap tidak pernah ada dosen atau siapapun yang melarang aku menulis sesuatu saat ia menjelaskan matakuliah prestius nya itu.
Semua karena permintaan khusus dari otak ku.
Ia akan lebih bersedia menampung yang aku tulis.
Ia akan lebih senang mengerti dan memahami apa yang aku tulis ketimbang yang aku dengar.
Jadi mengerti lah!
Aku juga punya dua telinga yang tidak aku tutup.
Lagipula, telingaku sangat bersahabat dengan tangan walau tak begitu akrab dengan otak.
Maka aku akan tetap mendengar sambil mengerti yang kalian jelaskan dengan menuliskan nya.
Karena semua permintaan otakku

Jika otak ku sedang di paksa untuk belajar menghadapi ujian yang besok datang tanpa bisa di kompromi
Tolong jangan putarkan musik apalagi yang berbau jazzy
Otakku terlalu cepat mengubah haluan
Dia akan lebih suka fokus pada lirik lagu ketimbang memikirkan bagaimana nasib ku besok
Dia pun akan langsung menjalin koalisi erat dengan mulut ku untuk ikut dan larut dalam lagu lirik dan musik yang memang lebih asyik ketimbang ribuan huruf di depan mata ku.

Saat otakku sedang berlibur
Bisakah anda semua jangan ajak aku bicara
Karena ini bukan pekerjaan mudah bagi otakku
Dia selalu berlibur dengan mengantungi sejuta daftar keinginan yang sedang dia khayalkan
Jadi berlibur amat sangat berbeda dengan bersantai


Semua indera ku kini tertuju dan fokus pada sesuatu
Saat itu juga jangan pernah marah jika aku tidak akan peduli sekitarku
Otakku yang menyuruhnya
Karena dia begitu rapuh jadi dia berharap aku mngerti keadaannya untuk tidak men-switch keadaan dan titik fokus
Karena semua akan berakibat fatal!

Waktu nya bersantai untuk otakku
Ia juga punya sisi yang menyenangkan
Saat itu dia bisa mngajak aku tertawa dengan perintah langsung nya ke mulut, tangan, atau kakiku.
Ketika itu mungkin juga ia mengeluarkan ide ide gila nan cemerlangnya
Dan sadarilah kalau pada saat-saat beginilah otakku sangat bersahabat dengan siapapun
Saat inilah otakku kembali meluruskan sayraf-syaraf nya yang mulai bengkok walau ia lebih sering meluruskan nya ketimbang membengkokkannya
Jadi tolong nikmati bersama momen bahagia untuk otakku ini

Ketika otak ku beristirahat, yakinlah kala itu aku sedang tertidur
Jika tidurku tak nyenyak, maka otak ku masih menyimpan list pekerjaannya yang belum sempat ia tuntaskan

Otakku sama tidak sempurnanya dengan diriku seuutuhnya
Karena itu aku selalu berusaha mengerti ia
maka jangan salahkan aku dan otakku
Yang terlalu sering aku pakai untuk momen bersantai
Ia terkadang terlalu sering bahagia

:p



Smile Please :)

I don't wanna be sad when u re sad.
Not because I don't wanna feel what u feel..
Not because I don't care about u or ever forget u..

just because I wanna be the reason for the next smile in ur face..

So, smile pleaseeee :)

Berharap Tak Ada Yang Menjenguk

Ehm,,, semoga tidak ada lagi yang berkunjung ke blog ini.. *ahahha,,emang yang tau cuma 3 orang kok*.. Kalaupun ada yang mau berkunjung semoga dia tidak pernah melihat saya, tidak pernah mengenal saya, tidak pernah tau tentang saya.
You know why???

1. Seorang Tria Azmareni sangat jarang memposting sesuatu yang bermanfaat di blog ini... *menyadari sepenuh hati* T_T
2. Postingan di blog ini lebih cocok disebut curahan hati.. *aihai* Kadang-kadang malu juga kalo ngebaca nya lagi. Tapi apa daya cuma di blog ini saya bisa menuliskan sesuatu tanpa bnyak yang tau. *kan gawat kalo saya curhat di note FB atau status updates* ahaha
3. Kalo banyak yang berkunjung ke blog ini berarti saya harus sangat rajin memposting sesuatu.. *saya kan lumayan males menulis sesuatu*
4. Modem saya sedang rusak.. Jadi inspirasi yang biasa muncul saat malam kelam sedang tak bisa di salurkan di blog ini.. Dan besok BLANK BLANK BLANK,, sudah LUPA semua.. ahahaha
5. Saya sedang ingin banyak curhat disini. Tapi saya takut ada yang ngebaca...*ehehehe, sifat pemalu saya yang selama ini terpendam kembali bangkit* wakakakak
6. Kalaupun ada yang berkunjung, saya harapkan anda jangan bicarakan di dunia nyata kita..wakkakka

Terimakasih semuanya..
*Dengan kesungguhan hati, sebenarnya saya sangat suka blog saya dikunjungi. Tapi saya juga menyadari saya sendiri yang menutup akses sampai-sampai hanya 3 orang yang tau blog ini*

pengen ngakaK dulu ah..
ahahaha
:D

Buscar

 

CataTan awaN PutiH

Terlanjur jatuh cinta pada awan

yang menutupi birunya langit,
membuat siang menjadi menyenangkan
...dan memberi banyak inspirasi...

About

Catatan Awan Putih Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger