And then, what if it is you, yourself, who drag yourself down?
"When you feel like nothing"
"When you feel like nothing"
Saya tidak menulis agar "kamu" atau "kalian" yang saya maksud disini membaca lalu mengerti apa yang saya maksud.
Jika itu alasannya, maka seharusnya saya menerbitkan semua tulisan saya di catatan-catatan offline
Saya tidak menulis untuk menyenangkan banyak orang, agar mereka memuji
Lalu saya yang disenangkan.
Saya tidak menulis hanya agar halaman online saya tidak kosong.
Saya bisa mengisinya saja dengan omong kosong jika memang.
Saya tidak menulis untuk menunjukkan masalah saya, atau memamerkan kesedihan dan kegembiraan yang lainnya
Tulisan kecil di sosial media lain rasanya lebih mudah, Tidak disini. Di tempat yang kata-katanya harus saya susun lebih rapi.
Saya menulis agar menghapus risau
Jika kata-kata adalah sebilah pisau, maka saya hendak mereka melukai risau
Tapi ada banyak kata yang harusnya mengalah saja pada risau.
Lalu saya diam dan tak jadi menulis yang sebenarnya ingin saya tulis.
Saya diam hanya agar risau tau diri
:)
Ada banyak tulisan indah yang indah karena tidak pernah tersentuh jejak publikasi
Tidak terseduh banyak anggapan dan pendapat
Menjadi ceritanya sendiri dengan utuh
Saya tidak tahu.
Saya tahu sih sebenarnya.
Tapi sepenuhnya apa yang harus saya bilang dan saya ungkapkan yang saya tidak tahu.
Saya tahu saya sedih
Tapi saya tidak tahu bagaimana.
Saya tidak mau mengeluh, tapi saya sedih
Apa saya harus mengeluh setiap bersedih
Apa saya saja yang selau mengeluh lalu saya menjadi sedih
Saya tidak bersyukur
Mungkin itu jawabannya.
Lalu saya harus mengeluhkah atas ketidaksyukuran saya?
Atau saya harus mengeluh pada apa yang membuat saya menjadi tidak bersyukur?...
Ini sebenarnya apa??
Saya yang menuliskannya saja masih bingung ini sebenarnya apa
Ini akan menjadi dua minggu penuh kecurigaan dalam diri saya.
Terhitung hari ini, berarti terhitung juga 2 minggu sebelum saya pergi.
Saya memang suka berlebihan.. Heloooo.. Bandung itu tidak jauh dan saya pikir saya tetap bisa menghubungi orang-orang yang saya sayangi lewat handphone. Jaman sudah semakin hebat, dan saya tidak perlu ke kantor pos untuk mengantarkan "RINDU" saya.
Apa yang saya curigai bukan tentang kalian yang akan berada jauh dari saya.
Saya mencurigai diri saya sendiri.
Saya tengah menatap was-was pada diri saya.
Saya banyak memegang janji (seperti biasa)
Saya memang selalu bermasalah dengan diri saya sendiri.
Saya terkadang bisa menatap heran dan angkuh pada kemampuan diri saya bertahan nantinya.
Tapi, sisi malaikat saya juga menatap saya dengan penuh kepercayaan diri.
Saya mencurigai diri saya.
Karena sayalah yang bertanggung jawab sendiri atas diri saya sendiri terhadap diri saya sendiri, orang lain, dan tentunya yang telah melimpahkan kesempatan ini.
Itu artinya, saya pergi membawa sejuta kepercayaan mereka.
Dan saya tidak akan, eehmm, tidak ingin, dan tidak mungkin mengecewakan mereka :)
Maka saya berlindung kepada-Nya :)
Aamiin :)
Saya gak percaya sama kamu :p
Saya percaya nya sama Allah.
Dan salah satu yang saya percaya adalah bahwa Allah akan selalu memberi saya yang baik-baik jika saya juga melakukan hal yang baik-baik. :)
Saya kini berusaha melakukan yang baik :)
Jadi, jika kamu ingin menjadi baik bagi saya, saya percaya bahwa Allah akan memberikan kamu untuk saya.
Jika tidak, maka itu urusan Allah untuk memilihkan yang terbaik bagi kita (._. ) :) :(
Yakinkan saja Allah bahwa kamu itu baik.
Karena saya tidak bisa melihat kamu setiap saat
Saya tidak bisa menilai kamu setiap waktu. :)
Dia yang tahu kamu sepenuhnya
Sepenuh hidup kamu
Sepenuh nafas hingga titik terdalam dari hati kamu
Semoga kita menjadi baik satu sama lain. Aamiin :")
Sebenarnya ini curahan hati yang tiba-tiba melintas.
Saya suka sekaliiiiiii memikirkan apa yang ingin saya tulis.. Rasanya otak saya suka sekali menginterupsi apa yang sedang saya lakukan dengan ide-ide untuk menulis. Tapi, yah kelemahan saya...
1. Otak saya yang pandai menulis, tangan saya tidak! Bisakah para ilmuwan itu menciptakan alat yang bisa langsung merekam yang saya pikirkan tanpa harus saya tuangkan lagi ke media lain. Langsung dipublish jg boleh :P
*eits: dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya*
2. Kalopun saya sudah sangat semangat menulis, pada akhirnya otak saya menginterupsi saya untuk menyimpan tulisan-tulisan saya.. Rapaaat .. Ahahha. Keinginan tidak berbagi saya muncul :p
3. Salahkan saja jaringan yang membuat saya kesal dan menyerah melnjutkan penerbitan tulusan saya..
Okelaaah..
Saya butuh alat yang disebutkan di point pertama :D
Tidak ada yang patut saya salahkan atas setiap kesedihan yang saya rasakan
Mereka berhak memberikan apapun pendapat mereka
Saya hanya tengah menguatkan diri saya sendiri
Saya sedang berusaha menahan agar tak ada air yang tertumpah
Agar kaca-kaca di mata tak pecah
Tapi saya tidak cukup kuat rupanya :)
Saya ternyata terlalu lemah untuk menyadari bahwa saya memang lemah
Hati saya terlalu peka menangkap pendapat
Sekiranya lain kali
Saya harusnya menyadari bahwa kekuatan yang saya bangun cukup rapuh khusus untuk yang satu ini
Meski saya paling takut bahwa akhirnya nanti
Saya akan mengatakan bahwa
"Saya memang bodoh dalam hal ini"
Saya tengah menguatkan diri saya sendiri
Jangan pernah takut bersalah
Hati saya saja yang tak cukup kuat menerima
| cc: Ketua Jurusan, Para Dosen, dan semua orang yang selalu bertanya
Saya cukup kuat bukan ? :D LoLRoFL
Reeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaly, I really don't know what had happened this day. It was really out of my plan, out of my mind, out of topic, and ran out of my money..ahaha (-.-")
yaah yaah yaah,, started with a very very usual morning....
And ended with a very very unusual story (-.-")
Let's review our "tredengdeng" day

Dari aku SD sampe sekarang kuliah, aku masih aja diantar dengan motor ayah ke sekolah dan kampus...
Ini mungkin yah yang ngebuat ayah jadi "Terpandang" (read: terkenal) di antara temen-temen aku. ehehe
Mereka pada hapal sama ayah, dan akhirnya semua pada heran kalo aku pergi atau pulang sendiri (-.-")
Setiap hari aku yang memang rada "lelet" harus melakukan banyak hal di atas motor yang belum sempat aku lakukan di rumah :D
Atau kalo kalimat yang lebih bijaknya
"Aku biasa memanfaatkan waktu yang ada meskipun itu di atas motor"
Haaalaaah..ehehe
Dan apa yang bisa dan biasa aku lakukan di atas motor :
*Kalo Cuma SMS atau nelpon di atas motor sih biaasaaa :D
1. Tidur
Ahahha, kalau aku pulang kuliah malam dan aku sangat capek atau waktu aku pergi terlalu pagi, maka aku bisa tidur di atas motor.
Dan dari kecil ayah sudah tau kebiasaaan aku yang satu ini... Makanya dulu pas masih kecil, sendal aku sering ilang sebelah karena aku ketiduran,, #curhaaaat
ehehhe
2. Makan
Ah, kalo yang ini sih biasa.. Kalo gak sempet sarapan atau emang aku pergi disaat aku lagi megang makanan.. Ya udah, lanjutin di motor aja makannya. .. wkwkkwkw
3. Touch Up
#Plaaaak, bahasa nya beraaaaaaat "Touch up".. Hahaha
Padahal Cuma ngerapiin rambut. :D
Semua memang salah saya.
Saya tidak menyalahkan siapa-siapa terhadap kelemahan saya yang satu ini.
Bukan karena tidak mau tapi memang karena tidak bisa.
Saya terlalu suka menyimpan sendiri semua
Saya bukan pencerita yang baik
Kadang saya berpikir "ini akan baik bagi saya", tapi kadang saya juga jengah menyimpan semuanya.
Saya selalu berusaha tidak mengeluh, karena saya tahu mengeluh itu menyakiti diri saya sendiri.
Mengeluh itu menambah beban saya.
Dan saya sangat tahu itu
Tapi kadang saya butuh mengeluh.
Seperti untuk mencapai kesetimbangan dengan [Prod] koef/ [REAK]koef *halah
atau seperti Reaksi Termikimia yang melepas dan menerima Kalor.
*kalo teorinya salah 'maav' "
Tapi bodohnya saya. Saya tetap tidak bisa
Saya memilih diam atau bahkan tersenyum
Mungkin senyum bisa membantu mengurangi semua nya *pikir saya*
Kalaupun saya bisa mengeluh,
Tempat mengeluh saya cuma tulisan-tulisan.
Tulisan yang juga saya simpan untuk saya sendiri, untuk saya baca sendiri
Kadang saya berharap ada yang mengerti bahwa saya benar-benar tidak dalam keadaan baik meski saya tersenyum
Tapi itu bodoh!!
Saya sadar, orang-orang di sekeliling saya bukan paranormal yang bisa membaca pikiran saya
Orang-orang di sekeliling saya bukan psikolog atau psikater yang bisa sangat pandai membaca reaksi reaksi minim saya ini.
Orang-orang di sekeliling saya juga punya dunia mereka masing-masing
Saya tahu semua salah saya
Jadi apa yang bisa saya lakukan sekarang.
Setidaknya menulis sedikit membantu saya
Tapi tenang,
saya tetap bisa marah. Karena diam saya bisa berarti sangat marah
saya tetap bisa berbagi dan bercerita untuk hal-hal yang membuat saya bahagia
saya tetap suka mengekspresikan 10 % dari perasaan saya sebenarnya
:)
Dan demi Apapun,
Beruntunglah kalian yang kadang mendengar keluhan saya. :P
Karena saya pemilih, begitu pemilih untuk menyampaikan ap yg saya rasa.
Meski mungkin tidak semuanya bisa saya ceritakan dgn baik.
Meski bahkan mungkin saya tidak bisa mengeluh tentang Anda sendiri ..
hhehe
*Lupakan kalau Anda pernah membaca posting saya yang ini
:D
bisakah untuk tidak melupakan saya??
jika bersenang-senang, maka cukup beritahu Anda tengah bersenang-senang.
Karena saya juga pasti senang :)
Setidaknya Anda mengingat saya ketika senang
Saya hanya takut Anda lupa..
Saya hanya ingin Anda ingat..
Jangan tanya apa yang akan saya katakan.
Karena saya memang tak akan berkata apa-apa.
Karena saya memang tidak bisa berkata apa-apa
Jangan tanya kenapa..
Karena kalaupun saya tau alasannya
Saya tetap tidak akan mampu mengatakannya
Pagi ini mulai meng-aneh-(lagi)...
Tiba-tiba pengen posting ke sini tanpa tau tujuan ny mau nulis ap...
oke, Let it flow aja sambil ngetik :D
Semua cewek kalo lagi ngobrol tanpa "tema" pasti langsung aneh-aneh cerita..
dan ini obrolan para temen-temen cewek di kampus wktu lagi nunggu kuliah...
Jangan tanya kenapa tiba-tiba muncul Tema ini. karena kita semua juga gak nyadar siapa yang mulai duluan :D
Oke, waktu itu kita ngebahas gimana RUMAH IMPIAN kita nanti... N here it is!
1. Yenyen

Aku tertunduk
Aku lihat tanah yang jarang kupandangi
Aku tatap dalam-dalam
Aku tertunduk
Malu pada diriku sendiri
Malu pada kesempurnaan agung yang maya kubangun
Aku tak mampu melihat ke samping ku
Entah ada berapa banyak orang disana
Mereka mungkin tertawa, atau menampilkan amarah
Aku tak ingin tahu siapa yang di samping ku
Aku takut mereka bukan sahabat ku
Aku takut mereka orang-orang yang tersenyum manis
Manis, begitu manis hingga aku melahap diriku sendiri
Aku tau
Aku ingin tampak jadi raja
Punya istana dan mahkota
Tapi kini aku tertunduk
Malu pada diriku sendiri
Aku lihat tanah begitu dalam
Begitu rendah di bawah
Aku tak mau melihat kedepan
Apa aku terlalu percaya pada diriku yang kini tengah menatap tanah?
Apa karena aku terlalu sering menelan kata lupa?
Lalu tetap saja bangga dengan keagungan yang juga kubangun sendiri dengan maya
Aku ingin mendongak
Lalu menatap langit tajam-tajam
Dan berharap Tuhan pun sudi melihat mata ku
Jika aku tetap tak mampu melihat apa-apa di langit
Maka jangan salahkan kaca-kaca di mataku
Aku terlampau sedih dan malu
Aku tak ingin kaca-kaca itu jatuh
Lalu berubah jadi butiran kesusahan
Biar sekarang aku berjalan sendiri
Biar kututup dan kukunci semua indera
Biar aku nikmati sendiri, aku telan sendiri, dan aku lahap sendiri apa yang jadi atau tidak menjadi
Karena jalanku kedepan tetap harus dan harus
Dan aku mulai menghipnotis diriku agar tampak jadi tanah
Agar mereka lupa
Tapi angan ku akan tetap jadi awan, walau kelak kalian melihatnya bagai gumpalan awan serupa tanah di langit.
:'(
Ehm,,, semoga tidak ada lagi yang berkunjung ke blog ini.. *ahahha,,emang yang tau cuma 3 orang kok*.. Kalaupun ada yang mau berkunjung semoga dia tidak pernah melihat saya, tidak pernah mengenal saya, tidak pernah tau tentang saya.
You know why???
1. Seorang Tria Azmareni sangat jarang memposting sesuatu yang bermanfaat di blog ini... *menyadari sepenuh hati* T_T
2. Postingan di blog ini lebih cocok disebut curahan hati.. *aihai* Kadang-kadang malu juga kalo ngebaca nya lagi. Tapi apa daya cuma di blog ini saya bisa menuliskan sesuatu tanpa bnyak yang tau. *kan gawat kalo saya curhat di note FB atau status updates* ahaha
3. Kalo banyak yang berkunjung ke blog ini berarti saya harus sangat rajin memposting sesuatu.. *saya kan lumayan males menulis sesuatu*
4. Modem saya sedang rusak.. Jadi inspirasi yang biasa muncul saat malam kelam sedang tak bisa di salurkan di blog ini.. Dan besok BLANK BLANK BLANK,, sudah LUPA semua.. ahahaha
5. Saya sedang ingin banyak curhat disini. Tapi saya takut ada yang ngebaca...*ehehehe, sifat pemalu saya yang selama ini terpendam kembali bangkit* wakakakak
6. Kalaupun ada yang berkunjung, saya harapkan anda jangan bicarakan di dunia nyata kita..wakkakka
Terimakasih semuanya..
*Dengan kesungguhan hati, sebenarnya saya sangat suka blog saya dikunjungi. Tapi saya juga menyadari saya sendiri yang menutup akses sampai-sampai hanya 3 orang yang tau blog ini*
pengen ngakaK dulu ah..
ahahaha
:D