Tampilkan postingan dengan label Catatan Kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Kecil. Tampilkan semua postingan

Satu Paket "Kehidupan"


Pada akhirnya setiap orang punya masalah hidupnya masing-masing.
Sebab setiap kebahagiaan selalu datang satu paket dengan beberapa hal yang harus dengan bijak disyukuri.

Setiap kebahagiaan punya sisi berbeda yang tidak semua bisa dilihat oleh banyak orang.
Mungkin saja hari ini saya tengah iri pada pekerjaan bagus dari seorang teman. Membanding-bandingkan hidupnya dan hidup yang tengah saya jalani. Merasa bahwa Tuhan tidak cukup adil membagi-bagi kebahagiaannya pada sebagian orang pilihan.
Tentu saja saya salah. And for seriously, saya tidak pernah menganggap Tuhan tidak adil. Kalimat diatas hanya pengandaian.

Saya sekrang sedang mencoba menulis lagi setelah sekian lama melupakan frase-frase yang tidak dapat saya temukan dalam ketukan keyboard dari meja kerja saya yang sibuk.

Saya tahu bahwa mungkin seseorang tengah menyaksikan hidup saya dari apa yang sedikit saya bagi, berandai kalo mereka berada di posisi saya ketika saya pun tengah berandai di posisi mereka.
Menyaksikan mereka yang masih sangat bahagia hidup, memiliki gaji yang cukup tanpa perlu membaginya dengan sebagian penjarah gaji di ibukota bernama " ibu kost" atau harga taksi yang semakin mahal karena setiap kilometernya terhenti oleh deretan mobil yang menyesaki jalanan. Berebut mendapatkannya landasan roda di jalanan yang pajaknya dibayar oleh setiap sen yang juga dipotong dari gaji setiap bulannya. Setiap hal dihitung per-rupiahnya. Setiap orang menghitung untung dan rugi. Dan setiap waktu yang dihabiskan punya biayanya sendiri.

Saya tahu bahwa hidup tidak pernah memberi sesuatu tanpa paket lengkapnya.
Karena setiap kelebihan diberikan untuk menutupi banyak kekurangan disisi lain.
Karena kekurangan disajikan hanya saat kelebihan lain telah, sedang atau akan disiapkan.
Karena hidup akan selalu cukup. Dan karena Tuhan akan selalu Adil.

Hong Kong, Desember 2014


Dulu, kita boleh saja mengeluhkan perihal jarak yang tak dapat ditempuh hanya dengan sekali kayuh.

Kini kita diberi kesempatan yang berbeda lagi.

Kita boleh saja berbeda dalam cuaca yang ekstrim berbeda
Berada disekeliling orang yang bahkan bahasanya tak sama
Menjelajahi tiap sudut kota dengan dikibari bendera yang warnanya tak serupa.

Dan aku mulai kelu untuk menuliskan apa yang ada di isi kepala. *as always*

Ini pertama kalinya kita berada dalam jarak terjauh dalam satuan kilometer
Tapi sungguh, selama suara dan pesan masih bisa disampaikan, melewati banyak teknologi dan kemudahan, maka ini masih mampu mengalahkan beberapa meter biasa yang dibatasi banyak aturan atau bahkan hanya perihal signal yang tak terjangkau.

Ini pertama kalinya, dan jika memang akan tiba masanya, maka bersiaplah untuk sesi lanjutan yang sampai saat ini belum bisa saya prediksi akan berapa kilometer lagi. Mungkin hanya dalam skala jari dalam peta besar dunia, hanya melewati beberapa sungai kecil, atau mungkin saja lebih dari beberapa jengkal dalam perbandingan angka yang jauh lebih besar.

Bukan membanggakan jauhnya perjalanan yang mungkin saya atau kamu akan tempuh,
Ini hanya akan menjadi penggalan kecil dalam sejarah yang akan kita ukir.
*as I wish*
:')

-Hong Kong, December 2014, 11'C-

Hari Ini :)

Hari ini
Ibu menelpon seperti biasa. Tidak ada yang aneh. Ibu cuma bilang kalo rumah sepi. Tidak ada siapa-siapa.
Semua tidak ada di rumah. Ibu seperti tengah membahagia-bahagiakan suaranya.Tapi saya tahu itu nada sedih.
Ibu punya anak yang Ia lahirkan, rawat, dan sekolahkan. Tapi akhirnya, semua tidak ada yang bisa menemaninya. Semua akhirnya punya hidup yang harus dijalani sendiri. Dan saya jadi salah satu dari ketiga anak ibu itu. :(

Hari ini 
Saya membaca sebuah blog manis. Blog yang bercerita dengan manis tentang rasa pahit. Tentang bagaimana ia mengantarkan seseorang hingga meraih gelar lalu saat itu juga ia diselesaikan secara pahit dengan cerita yang manis. :( Dia tetap bercerita dengan manis dan itu mengagumkan

Hari ini
Saya harus menyadari saya terlalu banyak mengeluh dan tidak bersyukur ketika saya harus setiap hari naik angkot. Di pertengahan jalan seorang wanita naik angkot yang saya naiki untuk pulang. Tidak ada yang istimewa. Hanya tongkat yang menyanggah agar ia dapat berjalan yang istimewa. Kaki nya tetap utuh, tapi tampaknya sulit digerakkan. Lalu apa yang harus saya keluhkan dari naik angkot dengan kondisi badan sempurna tanpa cacat dan kekurangan.

Hari ini
Masih di dalam angkot yang sama, saya melihat ibu dan anaknya. Ibunya beberapa kali mencium gadis kecilnya itu. mengajarkan banyak hal sepanjang perjalanan. Mulai dari jalanan macet hingga supir yang menyerobot jalanan. Si gadis kecil banyak bertanya banyak hal. Saya jadi ingat bagaimana saya menanyakan banyak hal pada ibu saya. Bagaimana saya begitu penasaran "apakah telur yang saya lempar ke lantai akan memantul kembali seperti bola bekel yang sering saya mainkan". Lalu pulang dengan menangis karena telur yang saya bawa ternyata tidak memantul dan pecah. Saya masih ingat, Ibu tidak marah dan malah tertawa :")

Hari ini
Saya harus kehujanan. Saya benci olahraga. Tapi itu yang harus saya lakukan. Saya terpaksa berlari. Menerobos hujan dan berlomba dengan kilat yang juga tidak mau kalah. Entah kapan terakhir kali saya berlari seperti tadi. Lari benar-benar melelahkan (._.")

Atas semua yang saya lalui hari ini, saya tahu betul saya tengah merindukan ibu saya, hingga saya membaca blog dan ingin menuliskannya kesini. Tapi saya juga tidak pantas mengeluh, Ibu pasti tahu rasa penasaran saya tentang dunia dan hidup sendiri. Saya sekarang memang tengah kelelahan berlari, saya tengah mengejar mimpi :)

Don't Try too Hard, Thinking My Writing

zzzz... Jangan salah sangka buat yang baru saja baca postingan saya sebelumnya.
Itu cuma hasil imajinasi campur mimpi akibat ngantuk akut di kelas.

Jadi jangan berpikir kalo "Awan" yang jadi nama blog ini mengacu ke satu orang.
Jadi jangan berpikir kalo "Awan" yang saya sukai selama ini juga mengacu ke satu orang

Lalu, saya terpaksa mengubah nama akun ini menjadi atmosfer seperti yang saya tulis di posting sebelumnya..
ooh, tentu tidaaak :D

Soal nama blog dan awan yang saya sukai itu pure awan dalam makna DENOTASI
Benar-benar DENOTASI

Saya benar-benar suka awan, awan yang ada di langit, awan yang menghiasi langit, dan awan yang juga memang kadang-kadang jadi gelap kalo mau hujan datang.

Dan kalopun postingan sebelumnya seperti mengarah ke makhluk-makhluk yang seliweran di hidup saya,
maka atmosfer jadi hal lama tapi akan tetap jadi satu hal baru yang membuat saya terbang meninggalkan awan dan tidak ingin ke luar angkasa



Pupus

Tiba-tiba pagi ini keinget sama salah satu film Indonesia. 
"Pupus" judulnya. Sebenernya ini bukan film best nya Indonesia. 

Tapi gak tau kenapa akhinya beli VCD film ini. *VCD loh itu (._.")

Jadi ceritanya film itu dari awal udah cerita tentang dua orang yang punya tanggal ulangtahun yang sama. 
Yah, singkat cerita mereka terus jatuh cinta tapi complicated gitu karena yang cowo ternyata sakit dan akhirnya meninggal. Sepanjang film ini, momen yang paling banyak diambil adalah momen saat mereka ulangtahun bareng. Pertama kenalan pas ulangtahun, Seneng-seneng pas ulangtahun, sampe-sampe adegan yang jleb banget pas mereka juga ulangtahun.
Tapi dari awal gak pernah dikasih tau sebenernya mereka itu ulangtahunnya tanggal berapa.

Sampe adegan terakhir, setting nya di makam si cowok yang meninggal.
Si cewek lagi nangis di makam itu. Mereka gak bisa ngerayain ulangtahun bareng lagi.
Itu bener-bener adegan terakhir. Dan akhirnya kamera mengarah juga ke batu nisannya si cowok.
*Jeng-jeng*

Dan ternyata TANGGAL ULANGTAHUN yang dibahas dari awal cerita adalah 26 MEI



Jleb banget rasanya. Ow, ow, jadi dari tadi bahas orang yang ulangtahunnya juga sama kayak saya. Dan cerita mereka sesedih itu. 

Okelah, lupakan soal film barusan.
Jadi inget kalo bentar lagi saya ulangtahun.
Seharusnya saya banyak bersyukur. Setidaknya saya tidak punya cerita sedramatis itu selama saya ulangtahun.
*hahhaaa
 Saya mungkin masih bisa dikasih kesempatan buat ngerasain ulangtahun ke 22 sebentar lagi.
Bahkan adik terganteng saya sendiri, gak dikasih kesempatan buat ngerayain ulangtahun pertamanya. :(
Dia gak pernah ngerasain dapet kado atau tiup lilin dan potong kue.

Jadi, intinya. Saya salah banget kalo gak bersyukur :)
Gara-gara keinget satu film jadi mellow gini, jadi melenceng kemana-mana ini posting nya. hahaha
#yahmaap :D
 

Pengamen dan Buah

Ini kejadian yang udah cukup lama.

Hampir sebulan lalu..

Hari itu saya pulang agak malam dan sendirian dari sudut kota yang bernama "JAKABARING" 
Jangan tanya kenapa saya masih ada disana sampai semalam itu (read: magrib leebih dikit, jam 7 lewat mungkin)
Itu tugas negara teman, resiko jadi bagian dari event olahraga itu. :P
Yaah, entah apa yg membuat saya berani sekali pulang sendiri malam itu.
 
Diperjalanan pulang dengan menggunakan bis, dan setelah dioper sampai 2 kali karena bus nya yang sepi tanpa penumpang -___-
Akhirnya seorang pengamen masuk bus kami.
Mungkin umurnya seumuran saya
Setelah bernyanyi dan gejrang-gejreng di dalam bis, dia mulai menagih uang receh bayarannya..
Saat itu saya cuma punya ongkos pas buat bayar ke kondektur.
Dan rasanya gak mungkin saya harus mengeluarkan "si biru" dan minta uang kembalian
Saya obrak-abrik tas saya..
*bing bang*
Saya menemukan buah jeruk dan apel yang memang rutin diberi oleh para kontingen Laos untuk saya bawa pulang :)
Tanpa pikir panjang, saya kasih buahan itu ke dia.
Dia senyum
Lalu, duduk disamping saya.
Saya mulai takut.
Dia bilang, dia gak bermaksud jahat.
Dia tanya saya tinggal dimana. gaya bicaranya sopan, cukup sopan.
Saya jawab seperlunya.

Mungkin dia terharu karena dibayar dengan buahan.
Atau karena dia yang sudah lama memang tidak makan buah???
Entahlah...
Tapi akhirnya saya sampai ditempat tujuan.
Dia bilang terimakasih sekali lagi..ckckkc

Catatan Kecil

Buat postingan kali ini, saya cuma mau memproklamirkan #hashtag baru di blog ini..
"Catatan kecil"
#hashtag ini cuma akan bercerita tentang kejadian-kejadian kecil yang saya lewati.
Mungkin tidak terlalu penting, tapi akan sayang jika hanya terpikirkan oleh saya dan tidak dapat saya bagi..
Semoga apapun yang saya bagi di space kecil dunia maya ini bisa membagi juga inspirasi yang saya rasakan..
Terimakasih teman-teman :)

Buscar

 

CataTan awaN PutiH

Terlanjur jatuh cinta pada awan

yang menutupi birunya langit,
membuat siang menjadi menyenangkan
...dan memberi banyak inspirasi...

About

Catatan Awan Putih Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger