Satu Paket "Kehidupan"
Hong Kong, Desember 2014
Hari Ini :)
Hari ini
Ibu menelpon seperti biasa. Tidak ada yang aneh. Ibu cuma bilang kalo rumah sepi. Tidak ada siapa-siapa.
Semua tidak ada di rumah. Ibu seperti tengah membahagia-bahagiakan suaranya.Tapi saya tahu itu nada sedih.
Ibu punya anak yang Ia lahirkan, rawat, dan sekolahkan. Tapi akhirnya, semua tidak ada yang bisa menemaninya. Semua akhirnya punya hidup yang harus dijalani sendiri. Dan saya jadi salah satu dari ketiga anak ibu itu. :(
Hari ini
Saya membaca sebuah blog manis. Blog yang bercerita dengan manis tentang rasa pahit. Tentang bagaimana ia mengantarkan seseorang hingga meraih gelar lalu saat itu juga ia diselesaikan secara pahit dengan cerita yang manis. :( Dia tetap bercerita dengan manis dan itu mengagumkan
Hari ini
Saya harus menyadari saya terlalu banyak mengeluh dan tidak bersyukur ketika saya harus setiap hari naik angkot. Di pertengahan jalan seorang wanita naik angkot yang saya naiki untuk pulang. Tidak ada yang istimewa. Hanya tongkat yang menyanggah agar ia dapat berjalan yang istimewa. Kaki nya tetap utuh, tapi tampaknya sulit digerakkan. Lalu apa yang harus saya keluhkan dari naik angkot dengan kondisi badan sempurna tanpa cacat dan kekurangan.
Hari ini
Masih di dalam angkot yang sama, saya melihat ibu dan anaknya. Ibunya beberapa kali mencium gadis kecilnya itu. mengajarkan banyak hal sepanjang perjalanan. Mulai dari jalanan macet hingga supir yang menyerobot jalanan. Si gadis kecil banyak bertanya banyak hal. Saya jadi ingat bagaimana saya menanyakan banyak hal pada ibu saya. Bagaimana saya begitu penasaran "apakah telur yang saya lempar ke lantai akan memantul kembali seperti bola bekel yang sering saya mainkan". Lalu pulang dengan menangis karena telur yang saya bawa ternyata tidak memantul dan pecah. Saya masih ingat, Ibu tidak marah dan malah tertawa :")
Hari ini
Saya harus kehujanan. Saya benci olahraga. Tapi itu yang harus saya lakukan. Saya terpaksa berlari. Menerobos hujan dan berlomba dengan kilat yang juga tidak mau kalah. Entah kapan terakhir kali saya berlari seperti tadi. Lari benar-benar melelahkan (._.")
Don't Try too Hard, Thinking My Writing
Itu cuma hasil imajinasi campur mimpi akibat ngantuk akut di kelas.
Jadi jangan berpikir kalo "Awan" yang jadi nama blog ini mengacu ke satu orang.
Jadi jangan berpikir kalo "Awan" yang saya sukai selama ini juga mengacu ke satu orang
Lalu, saya terpaksa mengubah nama akun ini menjadi atmosfer seperti yang saya tulis di posting sebelumnya..
ooh, tentu tidaaak :D
Soal nama blog dan awan yang saya sukai itu pure awan dalam makna DENOTASI
Benar-benar DENOTASI
Saya benar-benar suka awan, awan yang ada di langit, awan yang menghiasi langit, dan awan yang juga memang kadang-kadang jadi gelap kalo mau hujan datang.
Dan kalopun postingan sebelumnya seperti mengarah ke makhluk-makhluk yang seliweran di hidup saya,
maka atmosfer jadi hal lama tapi akan tetap jadi satu hal baru yang membuat saya terbang meninggalkan awan dan tidak ingin ke luar angkasa
Pupus
Pengamen dan Buah
Ini kejadian yang udah cukup lama.
Catatan Kecil
Buat postingan kali ini, saya cuma mau memproklamirkan #hashtag baru di blog ini..
"Catatan kecil"
#hashtag ini cuma akan bercerita tentang kejadian-kejadian kecil yang saya lewati.
Mungkin tidak terlalu penting, tapi akan sayang jika hanya terpikirkan oleh saya dan tidak dapat saya bagi..
Semoga apapun yang saya bagi di space kecil dunia maya ini bisa membagi juga inspirasi yang saya rasakan..
Terimakasih teman-teman :)


