Hong Kong, Desember 2014
Terjebak Masa Depan
Dan ketika melihat
peta dunia, saya tidak lagi mencari daratan eropa lalu menemukan kota paris dan
tersenyum seperti yang dilakukan saya dulu.Terimakasih Bandung :)
"Apapun yang telah terjadi di sini, Terimakasih Bandung!"
Atas semua yang telah terjadi di sini, baik ataupun buruk, saya merasa patut berterimakasih.... :")
Terimakasih dari semua terimakasih paling tulus tentu saja milik sang Maha Kuasa yang atas kuasa-Nya menaruh saya di sini. Ini salah satu rencana-Nya yang paling indah :")
Terimakasih Bandung!
Terimakasih sudah menjadi tempat mimpi saya berlabuh
Terimakasih telah mengajarkan bagaimana merindukan rumah
Mengajarkan bahwa sarapan di meja makan bersama ayah dan ibu adalah salah satu hal indah yang tidak saya dapatkan di sini.
Terimakasih telah mengingatkan saya yang kadang lupa bahwa ayah dan ibu betapa cintanya kepada saya
Terimakasih karena saya belajar menyusun rindu dari jarak yang dibentangkan pada orang yang mencintai dan saya cintai.
Terimakasih karena telah mengajarkan bagaimana menghapus airmata sendiri, menyimpannya, lalu kembali berdiri dan berlari atas apa yang diinginkan.
Mengajarkan saya memilih, apa yang iya dan tidak, apa yang harus dan jangan.
Mengajarkan bahwa kehilangan dan kesakitan adalah bagian dari hidup, bagian dari hidup yang juga harus disyukuri atas segala hikmah yang diajarkannnya
Terimakasih karena memberikan banyak kejutan-kejutan manis di sini, saya mengingat semuanya, yah ada kamu juga di memori itu :")
Terimakasih Bandung!
Terimakasih ayah dan ibu yang tak pernah saya duga bisa mengizinkan saya jauh di sini.
Terimakasih kamu yang tak luput memberi cerita disini.
Terimakasih roomate tercinta yang menemani hari-hari saya, menceritakan banyak hal, dan menertawakan juga banyak hal.
Terimakasih semua teman-teman satu angkatan. Kalian orang-orang mengagumkan yang saya bisa kenal.
Terimakasih kampus tua bebatuan, saya benar-benar jatuh cinta pada kampus ini dan segala isinya.
Hingga Nyaris Terselesaikan
Hari ini saya
nyaris menyelesaikan semuanya. Menyelesaikan semua mimpi dan tugas saya disini. Saya benar-benar masih ingat, bagaimana sedihnya saya ketika harus
menyadari bahwa saya sendirian di sini. Bahwa saya seperti biasa harus
memperjuangkan semuanya sendiri dan menikmati setiap perjuangannya sendirian.
Lalu, tantangan berikutnya tiba. Sebuah kesempatan besar yang tidak akan pernah
saya lupakan. Mungkin Tugas Akhir akan jadi seperti rutinitas banyak mahasiswa
pada umumnya. Tapi ini. Ini seperti hadiah sekaligus kejutan kecil dari Tuhan.
Tiba-tiba saja, "Dunia Robotika" mengelilingi keseharian saya di
penghujung masa di sini. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan, tapi membuka
mata saya tentang banyak hal.WISATA BANDUNG , Wisata Mimpi, Belanja, Alam, dan Impian
Bandung memang kota
indah, tempat tujuan banyak wisatawan. Ada banyak tempat yang wajib didatangi.
Tapi buat saya, tempat yang pertama kali harus saya kunjungi adalah kampus
utama ITB tempat saya akan melanjutkan kuliah saya. Dari kota Palembang yang
cukup panas, saya akhirnya sampai diBandung pada pukul 2 malam dengan cuaca
yang sangaaaaaaaaaat dingiiiiiiin. Iya, bandung ternyata berbeda. Bandung
sangaaaaat dingin. Saya harus menggigil kedinginan ketika sampai, apalagi itu
tengah malam.Happy BEST day My BEST
Saya Tidak Menulis
Saya tidak menulis agar "kamu" atau "kalian" yang saya maksud disini membaca lalu mengerti apa yang saya maksud.
Jika itu alasannya, maka seharusnya saya menerbitkan semua tulisan saya di catatan-catatan offline
Saya tidak menulis untuk menyenangkan banyak orang, agar mereka memuji
Lalu saya yang disenangkan.
Saya tidak menulis hanya agar halaman online saya tidak kosong.
Saya bisa mengisinya saja dengan omong kosong jika memang.
Saya tidak menulis untuk menunjukkan masalah saya, atau memamerkan kesedihan dan kegembiraan yang lainnya
Tulisan kecil di sosial media lain rasanya lebih mudah, Tidak disini. Di tempat yang kata-katanya harus saya susun lebih rapi.
Saya menulis agar menghapus risau
Jika kata-kata adalah sebilah pisau, maka saya hendak mereka melukai risau
Tapi ada banyak kata yang harusnya mengalah saja pada risau.
Lalu saya diam dan tak jadi menulis yang sebenarnya ingin saya tulis.
Saya diam hanya agar risau tau diri
:)
Ada banyak tulisan indah yang indah karena tidak pernah tersentuh jejak publikasi
Tidak terseduh banyak anggapan dan pendapat
Menjadi ceritanya sendiri dengan utuh
Ketika "Cantik" Bertasbih
Apakah cinta bukan milik orang-orang berwajah tak cantik
Apakah si cantik yang selalu mampu merebut bahkan pada cinta-cinta yang telah ditasbihkan
Lalu ini bukan lagi perkara cinta. Ini perkara sang Tuan yang menasbihkan cantik. Bukan lagi cinta.
Atau tetaplah disini menjadi yang satu-satunya tetap meyakinkan bahwa
Tuhan melukiskan saya dengan indah"
- Kepada Tuhan, saya ingin memeluk segala yang Ia berikan dengan kesyukuran penuh tanpa kurang
- Kepada Tuan, sampai saat ini saya masih ingin tetap berterimakasih :)
yang saya bold itu sekalian doa sih, FYI aja.hahhaa...








